RadarBuleleng.id – Arus pendatang ke Bali diprediksi meningkat usai Lebaran. Tak mau kecolongan, Satpol PP langsung tancap gas melakukan pengawasan ketat terhadap para penduduk pendatang (duktang).
Hasilnya, Pol PP menemukan 20 orang pelanggar. Sebanyak lima orang diantaranya langsung dipulangkan karena tak punya identitas dan tujuan yang jelas.
Pengawasan itu digelar sejak Sabtu (5/4/2025) hingga Minggu (6/4/2025).
Sebanyak lima orang langsung dipulangkan karena tak bawa KTP dan tidak bisa menjelaskan keperluannya datang ke Bali.
Sisanya masih ditoleransi karena memiliki penjamin, seperti mandor atau atasan kerja.
“Kami tak menggeneralisasi, tapi pengawasan ini penting untuk mencegah masalah sosial. Kalau lolos di Gilimanuk, akan kami saring lagi di terminal atau rumah tempat mereka tinggal,” tegas Kasat Pol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi, kemarin (7/4/2025).
Para pelanggar yang diamankan umumnya masuk ke Bali tanpa melalui kendaraan angkutan resmi. Mereka menumpang truk, atau bahkan jalan kaki.
Biasanya, yang membeli tiket resmi wajib menunjukkan KTP, sehingga pelanggaran lebih banyak ditemukan di jalur darat informal.
“Yang dipulangkan itu yang sama sekali tak punya KTP dan tidak jelas mau ke mana atau mau kerja apa,” beber Dharmadi.
Selain terminal, pengawasan juga menyasar rumah-rumah penduduk. Jika ditemukan pendatang tak beridentitas, maka mereka wajib menunjukkan penjamin dan kejelasan tujuan.
“Misalnya, kalau kerja sebagai tukang bangunan, harus ada mandor yang menjamin. Kalau diabaikan, nanti muncul pengemis, gepeng, manusia silver, atau manusia boneka di jalan. Itu yang mau kami cegah,” ungkapnya.
Dharmadi menegaskan, langkah ini bukan bentuk diskriminasi terhadap pendatang. Tapi untuk memastikan ketertiban dan keamanan lingkungan tetap terjaga.
“Kami harap masyarakat ikut mengawasi lingkungan. Jangan sembarangan sewakan lahan untuk bangunan bedeng yang tak jelas penghuninya,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya