Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bali Darurat Sampah! TPA Peh Diprediksi Hanya Mampu Menampung Sampah Dua Tahun Lagi

Muhammad Basir • Jumat, 25 April 2025 | 14:20 WIB

 

SAMPAH: Timbunan  sampah di TPA Peh, Desa Kaliakah, Jembrana. Alat berat yang rusak mengakibatkan sampah tidak bisa terangkut maksimal.
SAMPAH: Timbunan sampah di TPA Peh, Desa Kaliakah, Jembrana. Alat berat yang rusak mengakibatkan sampah tidak bisa terangkut maksimal.

RadarBuleleng.id - Permasalahan sampah di Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana semakin memprihatinkan. 

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, diprediksi hanya akan bertahan selama dua tahun ke depan. 

Kini volume sampah yang masuk ke TPA Peh mencapai 164 ton per hari. Kapasitas TPA pun nyaris menyentuh batas maksimal.

Kondisi tersebut semakin diperparah oleh kerusakan alat berat yang digunakan untuk menata sampah. 

Salah satu ekskavator bahkan sempat terbakar akhir pekan lalu. Hal itu membuat proses penataan sampah baru jadi terhambat. 

Akibatnya, tumpukan sampah kini mengular hingga ke jalan menuju lokasi pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).

“Kedua ekskavator yang biasa kami gunakan rusak dan masih dalam proses perbaikan. Sementara ini, kami meminjam ekskavator kecil dari Dinas PUPRPKP Jembrana untuk mengurangi penumpukan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jembrana, Dewa Gede Ary Candra Wisnawa.

Baca Juga: Menteri LH Wacanakan Tutup TPA Suwung di Bali. Masyarakat Berharap Bukan Cuma Wacana

Namun, kapasitas alat berat pinjaman tersebut, belum mampu mengimbangi volume sampah yang datang setiap hari. Akibatnya, penataan sampah menjadi tidak optimal. Sehingga sampah terus menumpuk di area terbuka.

Dewa Ary menjelaskan, dari total luas lahan TPA seluas 2 hektar, sekitar 70 are sudah penuh tertutup tumpukan sampah. Sementara sisanya digunakan untuk bangunan pengelolaan dan kantor pengelola. 

Tanpa penanganan ekstra, umur pakai TPA diperkirakan hanya akan bertahan dua tahun ke depan.

Meski begitu, pihak DLH masih menaruh harapan pada fasilitas RDF. Fasilitas itu akan dilengkapi hangar untuk menampung sampah yang masuk.

Apalagi proyek itu tuntas tahun ini, Ary meyakini usia TPA Peh bisa diperpanjang secara signifikan.

DLH Jembrana juga terus mendorong upaya pengelolaan sampah berbasis sumber. Terutama di tingkat rumah tangga, desa, sekolah, hingga kawasan usaha dan industri.

“Selama ini pemilahan sampah dari sumber belum optimal. Kami terus edukasi agar yang sampai ke TPA benar-benar hanya residu, sehingga bisa memperpanjang usia pakai TPA,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #RDF #DLH #Mesin #dinas lingkungan hidup #alat berat #jembrana #sampah #tpa