Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Abrasi di Bali Barat Makin Parah, Akses Jalan Warga Amblas Diterjang Ombak

Muhammad Basir • Rabu, 14 Mei 2025 | 17:21 WIB

 

AMBLAS: Jalan rusak gara-gara tergerus abrasi.
AMBLAS: Jalan rusak gara-gara tergerus abrasi.

RadarBuleleng.id – Gelombang tinggi yang melanda pesisir Kabupaten Jembrana, Bali dalam beberapa hari terakhir menyebabkan abrasi kian parah. 

Salah satu dampak terparah terjadi di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Jalan rabat beton yang menjadi akses utama warga dan nelayan amblas tersapu ombak.

Jalan beton sepanjang lima meter itu hancur setelah bagian bawahnya terkikis ombak besar. Kondisi ini sudah berlangsung sejak sepekan terakhir dan terus memburuk setiap harinya. 

Warga pun terpaksa menggunakan halaman rumah penduduk sebagai jalur alternatif untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

“Sejak seminggu ini jalan sudah putus, dan terus makin parah,” kata salah satu warga setempat.

Jalan tersebut berada hanya sekitar 20 meter dari ujung barat proyek revetment atau pengaman pantai yang dibangun pada 2024. 

Selain menjadi jalur utama bagi nelayan yang menaruh perahu di pinggir pantai, akses ini juga penting bagi 15 kepala keluarga yang tinggal di kawasan tersebut.

Kelian Banjar Pebuahan, Kanzan menyebutkan, abrasi makin mengancam pemukiman warga. Meski warga belum sepenuhnya terisolasi, akses mobilisasi hasil tangkapan nelayan menjadi sangat terbatas.

Jika tidak segera ditangani, ia khawatir abrasi akan semakin menjadi. Bahkan merusak rumah warga.

“Sekarang hanya bisa dilalui motor. Warga sudah minta bantuan karung untuk dibuatkan tanggul sementara agar air laut tidak makin menggerus,” ujarnya.

Warga saat ini tengah mengupayakan pengadaan karung bekas yang akan diisi pasir sebagai tanggul darurat. Mereka mengandalkan bantuan dari tambak sekitar atau warga yang memiliki stok karung bekas.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengonfirmasi bahwa tim reaksi cepat sudah diturunkan untuk melakukan asesmen di lokasi. 

“Kami sedang lakukan asesmen untuk melihat kondisi kerusakan jalan dan potensi bahayanya,” jelasnya.

Agus menjelaskan bahwa hampir seluruh wilayah pesisir di Jembrana memiliki risiko tinggi terhadap bencana gelombang ekstrem dan abrasi. 

Berdasarkan kajian risiko bencana, Pantai Pebuahan termasuk dalam kategori tertinggi di antara wilayah pesisir lainnya di Jembrana.

“Tingkat risiko berbeda-beda di setiap desa dan kecamatan. Tapi Pebuahan masuk yang paling tinggi karena langsung berbatasan dengan laut dan sering terdampak gelombang besar,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #nelayan #abrasi #pantai #pesisir #jembrana #jalan #revetment #bpbd #ombak