RadarBuleleng.id - Gelombang tinggi menghantam garis pantai Kabupaten Jembrana, Bali, pada Rabu (28/5/2025) menyebabkan kerusakan cukup parah. Dampak terberat terjadi di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.
Sedikitnya lima rumah warga mengalami kerusakan. Senderan pantai serta revetment atau tanggul penahan ombak yang baru dibangun pada akhir 2024 juga jebol di beberapa bagian.
Sejak pagi, ombak besar mulai menerjang kawasan pesisir. Puncaknya terjadi sekitar siang hari.
Di Pantai Pebuahan, ombak yang menghantam dengan kekuatan besar mengakibatkan senderan sepanjang 780 meter rusak berat di sejumlah titik.
Paving block terlepas dan berserakan, sementara pondasi penahan batu di sisi luar jogging track juga ambruk.
“Untung sudah ada senderan, jadi rumah kami masih aman dari hantaman langsung. Tapi karena ombak besar ini, senderannya justru hancur,” ujar Hariyanto, warga Banjar Pebuahan.
Baca Juga: Abrasi di Bali Barat Makin Parah, Akses Jalan Warga Amblas Diterjang Ombak
Warga berharap perbaikan segera dilakukan sebelum kerusakan semakin meluas dan berdampak langsung pada pemukiman mereka.
Selain merusak infrastruktur pantai, gelombang tinggi juga mengakibatkan lima rumah warga rusak pada bagian teras.
Beberapa warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat, sementara yang belum mendapatkan tempat tinggal sementara masih bertahan di rumah yang terancam.
“Saya akan mengungsi ke rumah keluarga. Tapi banyak juga yang belum punya tempat untuk pindah,” kata Sukesi, warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, membenarkan bahwa gelombang tinggi melanda hampir seluruh wilayah pesisir Jembrana, termasuk Desa Perancak, Pengambengan, hingga Banyubiru.
“Ombak besar merata di sepanjang pesisir Jembrana dan masuk hingga ke permukiman warga,” jelasnya.
Pihaknya telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pemantauan dan penanganan cepat jika terjadi kondisi darurat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya