SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Ratusan simpatisan Partai Gerindra Buleleng menggeruduk Polres Buleleng. Mereka mengadukan Kepala Desa Baturiti, I Made Suryana yang dinilai melontarkan pernyataan yang mendiskreditkan Partai Gerindra.
Massa mendatangi Polres Buleleng sekitar pukul 10.00 pagi. Mereka membawa berbagai spanduk sebagai bentuk aspirasi.
Mereka menuntut agar polisi menangkap oknum kepala desa atau perbekel di Tabanan itu. Mereka merasa kecewa karena pernyataan sang perbekel membuat situasi politik gaduh. Padahal kontestasi sudah berakhir.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali, Gede Harja Astawa mengatakan, pihaknya datang membawa aspirasi kader gerindra seluruh Bali.
Menurut Harja, pernyataan yang dilontarkan Perbekel Baturiti ini sangat berbahaya. Dia menilai pernyataan itu akan memecah belah persatuan di masyarakat.
Padahal para pimpinan partai politik, baik itu di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten sudah menghapus rivalitas politik. Seluruhnya bergandeng tangan membangun Bali.
“Ini tiba-tiba muncul oknum Perbekel seperti ini yang sangat intimidatif," ujar Harja yang juga Ketua DPC Gerindra Buleleng itu.
Meski Perbekel Baturiti sudah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, para kader dan simpatisan berharap masalah itu tetap dilanjutkan ke ranah hukum. Sehingga masalah serupa tidak terulang lagi.
"Meski sudah minta maaf, ini tidak menghilangkan proses hukum saat ini. Jangan sampai hanya selesai di materai 10 ribu," tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi mengatakan, polisi akan menindaklanjuti laporan yang dilayangkan para simpatisan. Pihaknya juga akan mempelajari apakah laporan itu bisa ditindaklanjuti atau tidak.
“Yang jelas kami akan pelajari dulu, apakah kami punya kewenangan menindaklanjuti atau tidak. Tentu kami juga akan koordinasi ke satuan atas, ke Polda Bali, terkait hal ini,” demikian Widwan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya