Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bartender Se-Bali Adu Kreasi. Hadirkan Rasa Otentik Arak Bali Lewat Lomba Mixology

Eka Prasetya • Jumat, 20 Juni 2025 | 20:39 WIB

 

MIXOLOGY: Lomba mixology arak Bali yang digelar PDI Perjuangan Bali di RTH Bung Karno, Buleleng.
MIXOLOGY: Lomba mixology arak Bali yang digelar PDI Perjuangan Bali di RTH Bung Karno, Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Para bartender di Bali, berkumpul di Buleleng. Mereka mengikuti Lomba Mixology Arak Bali yang digelar oleh PDI Perjuangan Bali.

Para bartender itu mengikuti kompetisi babak final yang digelar di RTH Bung Karno, Kelurahan Sukasada, Buleleng.

Mereka sebelumnya telah mengikuti proses seleksi di tingkat kabupaten/kota. Mereka dengan prestasi terbaik, mengikuti kompetisi di tingkat provinsi.

Dalam lomba tersebut mereka membuat sebuah minuman khas atau signature drink dalam bentuk cocktail. Bahan dasar yang digunakan adalah arak Bali.

Setiap orang bartender hanya diberikan waktu selama 7 menit untuk membuat cocktail tersebut.

Ketua DPD PDIP Bali, Wayan  Koster mengatakan, arak Bali harus dilestarikan. Karena menjadi bagian dari ekonomi rakyat.

“Dulu arak diuber-uber, bayar gini, bayar gini, ditahan. Saya sebagai gubernur  memperjuangkan Pergub untuk minuman arak Bali,” kata Koster.

Ia mengklaim penyusunan pergub itu tidak mudah. Bahkan sempat tertahan cukup lama di Kementerian Dalam Negeri. Lantaran arak masuk dalam daftar negatif investasi.

“Saya diskusi dengan pejabat Kemendagri. Kalau dilarang saya tidak setuju, tapi kalau diatur saya setuju,” ujarnya.

Koster mengaku tidak setuju dengan larangan produksi arak Bali, karena alam Bali ditumbuhi dengan kelapa, lontar, dan enau. Nira dari tanaman itu kemudian diolah menjadi tuak, selanjutnya diolah menjadi arak. Sehingga menjadi mata rantai kehidupan masyarakat. 

Ia juga mengklaim hal itu tidak adil bagi masyarakat. “Minuman yang diproduksi masyarakat sendiri dilarang, tapi minuman dari luar impor. Nggak adil dong,” ujarnya.

Setelah Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan Distilasi Khas Bali, Koster mengklaim geliat petani arak Bali semakin tumbuh.

Koster menyebut hingga kini sudah muncul 65 merek produk arak Bali dengan kemasan premium. Produk itu telah mengantongi izin edar hingga memiliki pita cukai.

Koster juga mengklaim ada 14 produk yang dipajang di duty free Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Ngurah Rai.

“Saya mampir ke stand itu, sangat diminati. Setiap hari hampir 100 botol habis. Karena kemasan bagus dan rasanya enak,” ujarnya.

Ia mengklaim arak Bali juga memberikan berbagai dampak positif bagi tubuh. Bahkan dia menganjurkan agar masyarakat mengonsumsi kopi tanpa gula, dicampur setengah sloki arak Bali.

Hal itu tidak jauh beda dengan minuman Irish Coffee. Lantaran Irish Coffee merupakan minuman kopi yang dicampur dengan whisky.

“Ternyata leluhur kita dulu sudah biasa dengan kopi tanpa gula pakai arak, di Eropa begitu juga. Ada Irish coffee, campuran kopi dengan whisky,” lanjutnya.

Koster menambahkan, Partai PDI Perjuangan sebagai pelopor mixologi arak bali juga akan terus mendukung pertumbuhan industri arak lokal sebagai bagian dari perjuangan ideologi 

"Astungkara, setiap tahun jumlah peserta meningkat. Pemenang tidak hanya mendapat prestasi, tapi juga peluang ekonomi nyata," tegas Koster.

Kompetisi tersebut dimenangkan oleh I Kadek Suda dari Kabupaten Gianyar yang meraih peringkat pertama. Sementara I Gusti Agung Agus Indra Satria dari Kota Denpasar meraih posisi runner up.

Posisi ketiga diisi oleh Ketut Agus Wiana perwakilan dari Kabupaten Karangasem. Juara Harapan I diraih Putu Windu Edi Arta dari Kabupaten Buleleng, dan Juara Harapan II diperoleh Putu Ogik Adi Saputra asal Kabupaten Jembrana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #pdi perjuangan #cocktail #lomba #bartender #bung karno #pdip #arak bali #koster #wayan koster #pergub #buleleng #Mixology #arak #kementerian