RadarBuleleng.id – Rencana Bali menjadi daerah mandiri energi terus dikebut. Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN juga sudah mendapat restu dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Gubernur Bali, Wayan Koster menyatakan Bali akan melakukan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) mulai tahun 2026 mendatang.
"Astungkara, Bapak Menteri ESDM sudah menyetujui rencana ini. Sekarang sudah masuk dalam RUPTL PLN. Ke depan, tidak akan ada lagi persoalan soal pasokan listrik," tegas Koster.
Koster menjelaskan, ada tiga titik yang disiapkan sebagai lokasi PLTG. Salah satunya adalah di Kabupaten Buleleng.
Rencananya ada dua unit PLTG yang akan dibangun di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak. Masing-masing memiliki kekuatan 450 megawatt (MW).
Selain itu, PLTG juga akan dibangun di Pesanggaran, Denpasar. Serta di wilayah Gianyar, yang berbatasan dengan Denpasar. Kapasitas masing-masing pembangkit adalah 450 megawatt.
"Totalnya akan ada tambahan 1.550 MW listrik untuk Bali. Semua menggunakan gas. Tidak boleh lagi pakai batu bara," tegas Koster, menekankan komitmen terhadap energi bersih.
Baca Juga: Menarik, Korea Selatan Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kendaraan Listrik di Gianyar
Selain PLTG, Koster menyebut PLN juga tengah menyiapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap dengan kapasitas hingga 500 MW.
Ia berharap sektor swasta seperti hotel, restoran, kantor, hingga instansi pemerintahan ikut mendukung dengan memasang panel surya di atap bangunan.
Koster juga menegaskan, penambahan kapasitas listrik ini sangat mendesak. Sebab, sebagian besar pasokan listrik Bali saat ini masih bergantung dari luar daerah, yakni dari Paiton sebesar 350 MW melalui kabel bawah laut. Situasi ini dianggap rawan.
"Sempat ada usulan penambahan 500 MW lagi dari Paiton, tapi saya tolak. Kalau disetujui, Bali akan terus bergantung dari luar. Ini jelas menjadi ancaman bagi ketahanan energi Bali," ungkapnya.
Dengan tambahan energi dari gas dan surya, Bali ditargetkan mandiri energi dalam lima tahun ke depan.
Bahkan, jika memungkinkan, Bali juga akan mengembangkan sumber energi baru dari air dan gelombang laut.
"Kalau bisa dijalankan bersama-sama dalam lima tahun ke depan, Bali benar-benar akan mandiri energi," tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya