Radarbuleleng.jawapos.com- Ada yang menarik saat perayaan HUT Bhayangkara ke-79. Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, SH., S.I.K, M.Si., menunjukan gerakan bela diri kempo.
Bahkan kelincahan itu, sekejap melumpuhkan lawan menggunakan ilmu judo, langsung diborgol.
Skill beladiri jenderal bintang dua ini memukau banyak pasang mata di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Selasa lalu (1/6).
Pantauan wartawan, orang nomor satu di Polda Bali itu melakukan teknik-teknik pertahanan maupun serangan yang tangguh.
Skill dipertontonkan ini merupakan bagian dari demonstrasi beladiri judo dan kempo para anggota Polda Bali dalam rangkaian Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 di Renon.
Selain itu, dalam gelaran yang dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster dan pemimpin institusi lainnya, Polda Bali kerahkan ribuan prajurit dan peralatan canggih, seperti kendaraan taktis (rantis), senapan, body armor, hingga alat penjinak bom.
Irjen Pol Daniel menyampaikan, sebagai lembaga negara yang mendapat mandat menjaga dan memelihara kamtibmas, Polri khususnya Polda Bali, siap melaksanakan dan mendukung penuh program-program pemerintah, termasuk Asta Cita.
Ia menyebutkan bahwa dalam mendukung program tersebut, Polda Bali telah membangun dua unit Sekolah Polisi Pembentukan Golongan (SPPG), masing-masing di Polda Bali dan Polres Jembrana.
Bahkan, pembangunan beberapa SPPG lainnya tengah direncanakan.
Selain itu, Polda Bali juga berkontribusi dalam program ketahanan pangan nasional dengan menggelar penanaman jagung secara serentak di berbagai wilayah.
Di bidang penegakan hukum, Polda Bali terus memperkuat langkah dalam reformasi politik, hukum, dan birokrasi, termasuk pencegahan serta pemberantasan korupsi dan narkoba.
"Bersama instansi terkait, upaya pemberantasan judi dan premanisme juga menjadi perhatian serius kami. Kami telah membentuk satuan tugas khusus dalam menanggulangi tindak pidana tersebut," tegasnya.
Menginjak usia ke-79, Irjen Pol Daniel mengakui bahwa Polri telah melewati banyak tantangan, termasuk kompleksitas zaman, perkembangan teknologi, krisis ekonomi, hingga isu geopolitik dan keamanan lokal.
Ia menekankan bahwa semua tantangan itu harus dihadapi dengan peningkatan kapasitas, profesionalitas, dan kemampuan adaptasi. Khususnya Polda Bali, tidak bisa bekerja sendiri.
Sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama menjaga stabilitas Bali.
Menurutnya, tantangan ke depan tidak semakin ringan. Pada tahun 2025 ini, Polda Bali masih akan menghadapi sejumlah agenda pengamanan penting, baik berskala nasional maupun internasional.
Oleh sebab itu, kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh personel sangat dibutuhkan.
"Saya berpesan kepada seluruh jajaran Polda Bali untuk terus meningkatkan kehadiran di tengah masyarakat, menjaga soliditas internal dan sinergi dengan TNI serta pemangku kepentingan lainnya," ucapnya.
Sebagaimana pesan Presiden, Polri digaji oleh rakyat dan harus berada di tengah rakyat.
Polda Bali tegaskan kembali, berkomitmen menjadi Bhayangkara sejati yang mengabdi untuk masyarakat, bangsa, dan negara, Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-79. "Polri untuk masyarakat," tutupnya.
Dalam Hut Bhayangkara ditampilkan Marching Band Sura Dwipa Sarva Bavena Polda Bali binaan Ka SPN Polda Bali, menampilkan aksi-aksi heroik sambil memainkan berbagai alat musik diiringi tarian dan kreasi permainan tongkat, drum band yang terdiri dari personil gabungan Polda Bali, Sat Brimob dan Polres Jajaran.***
Editor : Donny Tabelak