Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Belasan Kasus Rabies Ditemukan di Bali, Vaksinasi Anjing Terus Digencarkan

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 16 Juli 2025 | 19:40 WIB

 

VAKINASI: Proses vaksinasi terhadap anjing peliharaan warga di Denpasar.
VAKINASI: Proses vaksinasi terhadap anjing peliharaan warga di Denpasar.

RadarBuleleng.id – Kasus rabies masih menghantui Kota Denpasar, Bali. Hingga 14 Juli 2025, Dinas Pertanian Denpasar mencatat sebanyak 14 kasus positif rabies ditemukan sejak Januari 2025. 

Untuk menekan penyebaran penyakit mematikan ini, pemerintah terus menggencarkan vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR), terutama anjing.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. Ni Made Suparmi mengungkapkan, hingga pertengahan Juli ini total 54.351 ekor anjing telah menjalani vaksinasi. 

Angka tersebut setara dengan 65,84 persen dari populasi anjing di Kota Denpasar yang tercatat mencapai 82.545 ekor.

“Target kami, hingga akhir 2025 vaksinasi bisa menjangkau minimal 91,2 persen dari total populasi,” ujar Suparmi.

Vaksinasi dilakukan secara masif melalui metode door to door ke rumah-rumah warga. Langkah tersebut terbukti efektif karena sebagian besar anjing dipelihara secara tertutup di pekarangan rumah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, AA Gde Bayu Brahmasta meminta desa dan kelurahan bersinergi dengan Dinas Pertanian menekan angka rabies. 

Salah satu strategi yang diterapkan adalah pembentukan Tim Siaga Rabies (Tisira) yang bertugas mendata populasi HPR di tiap wilayah serta memantau secara langsung kasus gigitan.

“Data yang dikumpulkan mencakup anjing peliharaan hingga anjing liar. Dengan pemetaan yang akurat, penyebaran rabies bisa ditekan secara lebih efektif,” jelas Gung Bayu.

Masyarakat juga diminta aktif dalam pelaporan kasus melalui banjar-banjar. Warga didorong segera melapor jika menemukan kasus gigitan atau melihat keberadaan hewan penular rabies yang mencurigakan.

Untuk mendukung upaya pencegahan, Dinas Pertanian juga terus menggalakkan sosialisasi melalui pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang bahaya rabies dan langkah penanganannya. 

Selain itu, dilakukan pula kegiatan monitoring, surveilans lapangan, euthanasia atau eliminasi secara selektif, serta pengendalian populasi hewan penular rabies.

“Kami juga imbau masyarakat agar ikut menjaga kesehatan hewan peliharaannya. Pencegahan rabies butuh kerja sama semua pihak, bukan hanya pemerintah,” demikian Gung Bayu. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #peternakan #HPR #eliminasi #KIE #pertanian #kesehatan hewan #hewan penular rabies #vaksinasi #Tisira #anjing #anjing liar #rabies