Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dua WNA Korsel Tewas Saat Olahraga Paralayang, Polisi Kebut Penyelidikan

Andre Sulla • Kamis, 24 Juli 2025 | 01:05 WIB

 

Ilustrasi, dua wisatawan asal Korea Selatan di Bali ditemukan tewas di laut karena bermain paralayang di kawasan Pantai Tanah Barak, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan.
Ilustrasi, dua wisatawan asal Korea Selatan di Bali ditemukan tewas di laut karena bermain paralayang di kawasan Pantai Tanah Barak, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan.
 
Radarbuleleng.jawapos.com– Kepolisian Polresta Denpasar dan Polsek Kuta Selatan, tengah menyelidiki dugaan unsur kelalaian. 
 
Penyelidikan terkait tewasnya dua wisatawan asal Korea Selatan (Korsel) saat melakukan aktivitas paralayang di Pantai Tanah Barak, Kutuh, Kuta Selatan, Kamis (17/7) sekitar pukul 12.30 WITA.
 
Dua korban yang diketahui berinisial JH, 41, dan SH, 43, sebelumnya datang ke Bali sejak 11 Juli 2025 dalam rangka Paragliding Tour bersama sejumlah rekannya.
 
Mereka tercatat bermain paralayang secara mandiri di lokasi Panda Paragliding, Kuta Selatan, tanpa biaya karena difasilitasi oleh teman mereka bernama Tony yang bekerja di lokasi tersebut.
 
“Keduanya menggunakan peralatan pribadi yang dibawa dari Korea, bermain paralayang secara solo, tanpa didampingi instruktur,” jelas Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, Senin kemarin (21/7).
 
Hasil penyelidikan sementara, disebut telah memiliki lisensi pilot paralayang dari Korea Selatan.
 
Pun telah mengunjungi berbagai destinasi internasional untuk kegiatan serupa. Sebelum berangkat ke Bali, mereka juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan dalam kondisi bugar.
 
Rombongan tiba di lokasi bersama instruktur Sun Hyung Lim, sekitar pukul 11.30 WITA.
 
Setelah melakukan pemeriksaan alat, satu per satu peserta melakukan take off. JH terbang terlebih dahulu, disusul SH dan rekan mereka, SK. Namun, sekitar 10 menit mengudara, terjadi perubahan arah angin secara tiba-tiba. 
 
Ketiganya berusaha melakukan pendaratan darurat. SK berhasil mendarat di area daratan, namun JH dan SH jatuh ke laut dengan kedalaman air setinggi pinggang, sekitar 4 meter dari bibir pantai.
 
“Karena panik, kedua korban tidak berhasil melepaskan harness cocoon paralayang. Tubuh mereka sempat terendam dan sulit diselamatkan,” lanjut Sukadi.
 
Warga sekitar dan rekan-rekannya sempat melakukan pertolongan dan mengevakuasi keduanya ke tepian pantai. Namun saat tiba di Klinik Pandawa dan kemudian dirujuk ke RS Surya Husada, kedua korban telah dinyatakan meninggal dunia. 
 
Jenazah kemudian dibawa ke RS Bali Mandara untuk proses lebih lanjut.
Pihak keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan berencana melakukan kremasi di Bali.
 
Abu jenazah akan dibawa kembali ke Korea Selatan. Meski demikian, polisi tetap mendalami kemungkinan adanya kelalaian dalam peristiwa ini. 
 
Polisi akan melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait, termasuk teman korban, karyawan Panda Paragliding, serta instruktur dari Korea. Penyelidikan juga melibatkan koordinasi dengan RS Bali Mandara.
 
"Ya, penyelidikan kini difokuskan pada kemungkinan faktor cuaca atau adanya unsur kelalaian dalam kegiatan paralayang tersebut," pungka Jubir Polresta Denpasar.***
Editor : Donny Tabelak
#paralayang #pantai tanah barak #WNA Korsel Meninggal #polresta denpasar