Cerita Yong Sagita, Penyanyi Pop Bali: Dulu Pontang Panting, Kini Lagunya di- Cover Ulang Bernuasa Musik Koplo
Juliadi Radar Bali• Sabtu, 26 Juli 2025 | 20:05 WIB
Penyanyi Legendaris Lagu Pop Bali Yong Sagita saat ditemui belum lama ini.
Radarbuleleng.jawapos.com- Masyarakat Bali sudah tidak asing dengan nama penyanyi Pop Bali Yong Sagita.
Penyanyi asal Singaraja, Buleleng ini masih tetap eksis bernyanyi. Bakan begitu lagu-lagu Pop-nya telah di- cover ulang beruansa dangdut koplo. Seperti apa ceritanya?
Sosok Yong Sagita selalu dengan ciri khasnya menggunakan slayer kepala plus kacamata hitam. Dan yang paling diingat adalah kumisnya.
Gaya style penampilan inilah selalu diingat masyarakat Bali. Disamping karya lagu-lagu Pop Bali yang kini tengah banyak cover ulang atau diarasemen oleh musisi musik dunia digital saat ini.
Wartawan radarbuleleng.jawapos.comsebenarnya tanpa sengaja bertemu Yong Sagita di Gedung DPRD Tabanan belum lama ini Selasa lalu (22/7).
Dimana penyanyi berusia 64 tahun itu tengah mengantarkan undangan untuk acara keluarga.
Meski pertemuan sangat singkat dengan penyanyi berusia 64 tahun, namun Yong Sagita menceritakan perjalanan karirnya sebagai penyanyi Pop Bali.
"Sampai saat ini saya masih tetap aktif menyanyi. Kalau tidak ada kegiatan menyanyi, Ya ke kantor sebentar-sebentar. Karena saya sebagai Kepala Cabang Happy Pupi Karaoke di Denpasar," ucapnya.
Yong mengakui meski banyak bermunculan penyanyi-penyanyi pendatang baru Pop Bali saat ini ditengah perkembangan teknologi musik digital.
Sekarang ini memang penyanyi yang lahir diatas tahun 2020 cenderung lebih banyak dibesarkan oleh Medsos (Media Sosial), karena begitu pesatnya perkembangan teknologi saat ini.
Kalau zaman dulunya dimana tidak ada medsos, wartawan pun sangat jarang untuk memberitakan.
Sekarang medsos, lanjut Yong, yang membesarkan kadang-kadang orang yang belum saatnya, yang mungkin masih vokal belum karuan, namun terkenal duluan. Banyak seperti itu.
"Cepat naik-cepat turun. Belum ada konsep kedepan, untung-untungnya karya cepatnya dikenal," ungkapnya.
Yong menambahkan menulis karya lagu pop Bali sejatinya ia mulai pada tahun 1980 an.
Akan tetapi baru mulai puncak karir tahun 1988. Dengan masuk rekaman pertama ke Aneka Record pada tahun 1985. Kemudian pindah ke Maharani record di Denpasar tahun 1987.
"Bayangkan itu lama sekali pontang-panting berkarya. Karena melalui proses panjang dan hasil saya bernyanyi menikmati panjang pula sampai sekarang," bebernya.
Kendati banyak penyanyi pendatang baru bermunculan saat ini. Namun bagi Yong Sagita itu bukan menjadi masalah atau pesaing, karena masing-masing penyanyi punya proses berbeda-beda. Bahkan soal rezeki dari bernyanyi sudah tuhan yang mengatur.
Disinggung soal banyak penyanyi Bali yang mencover ulang lagu Bali ciptaannya dengan musik bernuansa koplo, Yong Sagita menegaskan misalnya seperti lagu yang dibawakan Gus Jodi yang berjudul 30 November 1991, Itu tidak menjadi masalah baginya. Bahkan itu yang membuat ciptaan lagu terkenal luas sampai sekarang.
"Yang terpenting satu penyanyi satu lagu saja. Saya kasih tidak bayar dan gratis. Tapi cukup hanya satu lagu saja. Kalau lebih saya tidak kasih," jelasnya.
Yong Sagita menyebut biasanya seorang penyanyi yang akan mencover ulang lagu miliknya pasti akan konfirmasi atau meminta ijin kepada dirinya.
"Ya sama seperti Gus Jodi yang mau mencover ulang lagu judul 30 November 1991 saya kasih," ungkapnya.
Dengan melihat perkembangan zaman saat ini dimana masyarakat Bali lebih suka dengan musik bernuasa koplo.
Ia pun harus melakukan perubahan dengan beberapa lagu hasil karya di-cover ulang dengan nuasa musik koplo. Diantaranya Rindu Das Mati, Bungkung Pasubaya dan lagu lainnya.
"Ya sebagai seorang penyanyi lagu pop Bali, harus ikut perubahan musik. Mau tidak mau itu harus dilakukan," pungkasnya. ***