Radarbuleleng.jawapos.com- Shuttle bus listrik telah diuji coba di Sanur. Sebanyak enam unit shuttle bus menjadi transportasi pariwisata di kawasan Sanur. Tujuannya untuk mengurangi kemacetan.
Shuttle bus menyasar wisatawan atau karyawan dari lokasi parkir menuju tempat kerja.
Uji Coba dilakukan selama 2 bulan, jika berhasil pengelolaan shuttle bus akan diserahkan ke Desa Adat Intaran.
Kepala Dishub Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengatakan, shuttle bus beroperasi dimulai 1 Agustus 2025.
Jalurnya di Jalan Danau Tamblingan hingga kawasan Mertasari. “Proses uji coba ini juga dilakukan untuk mendukung Sanur sebagai wilayah rendah emisi sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 dan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2023,” kata Sriawan kemarin (7/8).
Sriawan mengatakan, kawasan Jalan Danau Tamblingan hingga Mertasari kerap macet sehingga menjadi salah penyumbang polusi udara.
Harapannya tidak ada parkir liar yang disebabkan oleh perusahaan yang tidak memiliki lahan parkir. ” Biasanya menggunakan sempadan jalan bisa dihilangkan,” jelasnya.
Banyak ada parkir liar di kawasan Jalan Danau Tamblingan disebabkan kurang tempat parkir. Oleh Pantai Mertasari akan dijadikan sentral parkir.
Karyawan atau wisatawan memarkirkan kendaraan di Mertasari. Dari lokasi parkir akan diangkut menggunakan shuttle bus. Selain itu, shuttle bus ini terhubung dengan pengguna bus metro dewata.
Bus melintasi kawasan Jalan Danau Tamblingan hingga depan RS Internasional. Dari RS Internasional naik shuttle bus.
Arah utara shuttle bus akan beroperasi dari parkir utara Dermaga Pelabuhan Sanur. Rencananya parkir Utara dibangun Pemprov Bali.
” Bagian selatan bisa menggunakan shuttle bus tanpa harus lewat jalan umum,” imbuhnya.
Dari enam shuttle bus, tapi yang dioperasikan 5 unit, karena satunya dicadangkan.
Sriawan menambahkan, uji coba telah dilakukan saat palebon Ni Jero Samiarsa ibunda dari Walikota Denpasar IGN Jaya Negara.***
Editor : Donny Tabelak