RadarBuleleng.id – Meski dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, sebagian warga Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, masih menggantungkan hidup dari beternak sapi.
Namun, belakangan mereka menghadapi masalah serius. Yakni kesulitan mengawinkan sapi betina, karena Nusa Lembongan krisis sapi pejantan. Kini makin sedikit sapi yang bunting.
Keluhan itu pun sampai ke telinga Bupati Klungkung, I Made Satria. Ia menyebut, sebagian besar peternak langsung menjual anak sapi jantan di usia enam bulan hingga satu tahun.
Akibatnya, tak ada pejantan yang dipelihara hingga dewasa. “Di Lembongan sekarang hanya ada sapi betina. Pejantan sudah tidak ada sama sekali,” ungkapnya, Selasa (19/8/2025).
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Satria mengaku sudah meminta Dinas Pertanian Klungkung segera turun tangan.
Baca Juga: Nekat! Wanita Asal Peru Selundupkan Kokain dan Ekstasi ke Bali Lewat Pakaian Dalam
Salah satunya dengan mengoptimalkan program inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik.
“Selain itu, petani juga harus dibina agar mau memelihara pejantan. Kalau tidak, persoalan ini akan terus terulang,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Gede Juanida mengatakan, inseminasi buatan justru lebih baik daripada kawin alami.
Sebab, sperma yang digunakan berasal dari pejantan unggul. “Jadi sebenarnya meski tanpa pejantan, tidak masalah. IB lebih terjamin hasilnya,” jelasnya.
Hanya saja, Desa Lembongan sudah dua tahun tidak punya petugas IB. Sebab, petugas sebelumnya mundur karena menjadi pemangku.
Sejak itu, pelayanan IB untuk Lembongan dan Ceningan dilimpahkan ke petugas yang bertugas di Nusa Besar.
“Mungkin ada peternak yang belum tahu. Sudah kami tindaklanjuti agar mereka bisa menghubungi petugas di Nusa Besar,” terangnya.
Juanida mengaku sudah berupaya agar ada petugas IB baru di Lembongan. Namun sejak pandemi Covid-19, pelatihan dan sertifikasi petugas IB di tingkat provinsi belum digelar lagi.
“Kami di kabupaten sebenarnya siap mengadakan pelatihan, tapi terkendala praktik. Tidak ada peternak yang mau sapinya dijadikan percobaan. Kalau di provinsi, sapi yang akan dipotong bisa dipinjam untuk praktik,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya