RadarBuleleng.id - Setelah lebih dari lima bulan hidup di pengungsian, tujuh kepala keluarga (KK) warga Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Bali, akhirnya bisa kembali menghirup udara kampung halamannya.
Kemarin (9/9/2025) siang, mereka meninggalkan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Klungkung menuju Nusa Penida melalui pelabuhan tradisional Dawan.
Momen kepulangan itu terasa haru. Rintik hujan yang turun tidak menyurutkan langkah mereka untuk segera kembali.
Sejumlah pejabat ikut mendampingi, di antaranya Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, Dandim 1610/Klungkung Letkol Kav Sidik Pramono, Kapolres Klungkung AKBP Alfons W.P. Letsoin, Kadis Sosial P3A Klungkung I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, hingga Kepala Kesbangpol Klungkung I Dewa Ketut Sueta Negara.
Dengan mata berkaca-kaca, salah satu warga kasepekang, Ketut Paing, tak kuasa menahan tangis. Ia mengaku sangat bersyukur akhirnya bisa kembali pulang.
Selama di pengungsian, meski kebutuhan pokok dicukupi Pemkab Klungkung, kerinduan akan rumah dan suasana banjar tak pernah hilang.
“Saya bahagia bisa kembali pulang,” ucapny.
Sebelum keberangkatan, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra sempat berbincang dengan para warga di aula SKB.
Ia berpesan agar semua pihak menurunkan ego dan tidak lagi mencari pembenaran, melainkan merenungkan kesalahan diri masing-masing.
Hadisaputra juga mengingatkan agar warga tidak terprovokasi oleh pihak luar yang hanya ingin memperkeruh keadaan.
“Jangan mau diatur oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Terkait kepulangan ini, pihaknya menegaskan tidak ada pengamanan khusus bagi warga kasepekang. Situasi di lapangan dinilai kondusif.
“Biasa saja, jangan dibuat seolah-olah gawat. Semua aman terkendali,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya