RadarBuleleng.id - Bendungan Sidan di Bali sudah rampung dibangun. Namun hingga kini, bendungan yang digadang-gadang menjadi solusi banjir dan krisis air bersih itu belum juga beroperasi.
Padahal, kapasitas air bersih yang disiapkan mencapai 1.750 liter per detik untuk melayani empat daerah di Bali. Meliputi Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.
Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (SNVT PJSA) pada Balai Wilayah Sungai Bali Penida, Made Denny Satya Wijaya menjelaskan, bendungan tersebut masih dalam tahap pemeliharaan hingga akhir 2025.
Setelah masa pemeliharaan selesai, Bendungan Sidan baru bisa dialirkan untuk kebutuhan air baku. Selain itu, izin operasi dan sertifikasi laik fungsi juga masih menunggu proses rampung.
”Nantinya jaringan pemanfaatan air minum dikelola Perusda milik Pemprov Bali,” kata Denny, kemarin.
Meski pembangunan fisik selesai, keberlanjutan pendanaan tidak lagi dari pemerintah pusat.
Pemprov Bali akan memutuskan mekanisme pembiayaan, apakah melalui Kerjasama Pemerintah-Badan Usaha (KPBU) atau opsi lainnya.
Tujuan utama bendungan ini tetap sama, yakni memenuhi kebutuhan air baku masyarakat.
Selain untuk penyediaan air, Bendungan Sidan juga dirancang untuk pengendali banjir.
Mekanismenya, air waduk akan diturunkan jika BMKG memberikan peringatan curah hujan tinggi.
Namun, fungsi ini dinilai tidak optimal karena posisi bendungan berada di hulu, sementara wilayah yang kerap banjir justru berada di hilir.
”Posisinya di atas, sehingga pengendalian banjir belum bisa maksimal,” jelas Denny.
Bendungan Sidan juga direncanakan menjadi sumber energi terbarukan. Sebuah PLTMh (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro) berkapasitas 0,65 megawatt sedang disiapkan.
Progresnya telah ditinjau Indonesia Power, meski hingga kini tendernya belum dilakukan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Bali, Nusakti Yasa Wedha menegaskan hal serupa.
Menurutnya, Bendungan Sidan hanya bisa beroperasi setelah mendapatkan izin laik operasi dan masa pemeliharaan selesai.
”Semestinya setelah persetujuan laik operasi keluar, bendungan sudah bisa dimanfaatkan,” kata Nusakti.
Sebagai informasi, Bendungan Sidan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun sejak 2018.
Manfaat utamanya adalah penyediaan air baku sebesar 1.750 liter per detik bagi 1,3 juta jiwa serta pengendalian banjir di lahan seluas 108 hektare.
Adapun pembagian suplai air baku adalah Denpasar sebanyak 750 liter per detik, Badung 500 liter per detik, Gianyar 300 liter per detik, dan Tabanan 200 liter per detik. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya