RadarBuleleng.id – Jumlah penyandang disabilitas di Bali terus meningkat dan sebagian besar dialami oleh warga usia produktif.
Data terbaru mencatat, pada 2024 jumlah penyandang disabilitas mencapai 22.600 orang.
Sedangkan pada tahun 2025, angka itu melonjak menjadi 25.000 orang atau naik 9,6 persen.
Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bali, Deni Adesta mengungkapkan fakta tersebut dalam forum konsultasi publik yang digelar Sentra Mahatmiya Tabanan.
Ia menyebut faktor terbesar penyumbang disabilitas berasal dari kecelakaan lalu lintas dan penggunaan gadget berlebihan.
“Paling banyak karena kecelakaan. Tapi sekarang juga muncul akibat gaya hidup, khususnya penggunaan gadget berlebih,” ujarnya.
Deni mencontohkan, penyandang disabilitas netra bukan hanya dipicu penyakit bawaan, tetapi juga kerusakan penglihatan akibat terlalu lama menatap layar ponsel.
Hal serupa dialami penyandang tuli, yang fungsi pendengarannya terganggu karena penggunaan headset dalam jangka panjang.
Lebih memprihatinkan, mayoritas kasus disabilitas baru justru dialami generasi muda berusia 18–30 tahun, bahkan ada yang masih remaja.
“Pengaruh gaya hidup tidak terkontrol, mulai dari penggunaan gadget hingga kendaraan bermotor, membuat banyak remaja mengalami disabilitas,” jelas Deni.
Ia menambahkan, banyak penyandang disabilitas baru di usia remaja yang kesulitan beradaptasi dengan kondisi berbeda dari kehidupannya sebelumnya.
“Kadang mereka susah untuk menerima dan menyesuaikan diri,” katanya.
Sebagai wadah, PPDI tidak hanya memberi dukungan moral, tetapi juga menjalin kerja sama dengan Dinas Sosial di kabupaten/kota, OPD terkait, hingga Sentra Mahatmiya Bali.
“Kami menjadi penghubung agar kebutuhan penyandang disabilitas bisa terfasilitasi, sehingga mereka tetap survive,” imbuhnya.
Kepala Sentra Mahatmiya Bali, Sumarno Sri Wibowo, menegaskan pihaknya berkomitmen memberi layanan pendampingan bagi penyandang disabilitas.
Bentuk dukungan yang diberikan antara lain pelatihan vokasional, seperti menjahit, barista, pijat, hingga bantuan kursi roda dan peralatan lain.
“Layanan ini kami terus berikan agar mereka bisa mandiri,” tegas Sumarno. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya