RadarBuleleng.id - Sebanyak tiga unit armada pemadam kebakaran (Damkar) milik Satpol PP Jembrana kini terparkir di areal pengujian kendaraan bermotor, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara.
Ketiganya sudah tak lagi bisa dioperasikan akibat rusak dalam lima tahun terakhir. Ironisnya, belum ada satupun armada baru yang menggantikan.
Akibatnya, jumlah kendaraan operasional Damkar Jembrana kini jauh dari kebutuhan ideal untuk wilayah yang memiliki lima kecamatan tersebut.
Dari tiga armada yang mangkrak itu, satu merupakan mobil jip komando yang biasa digunakan sebagai kendaraan pengarah utama saat penanganan kebakaran.
Sebanyak dua unit lainnya adalah mobil penembak air, salah satunya dibeli pada 2015 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Dalam Negeri.
Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Satpol PP Jembrana, Kade Bagus Darmawan membenarkan kondisi tersebut.
“Ketiga armada itu memang aset Damkar Jembrana, tapi sudah tidak bisa digunakan lagi karena rusak berat,” ujarnya.
Menurut Darmawan, kerusakan tiga armada itu terjadi dalam tiga tahun terakhir. Namun, pengadaan armada baru belum mampu menutupi kekurangan tersebut.
“Terakhir kami mendapat tambahan satu unit saja pada 2023,” jelasnya.
Saat ini, Damkar Jembrana hanya memiliki lima armada aktif. Yakni tiga unit mobil penembak dan dua mobil tangki suplai air.
Namun, satu di antaranya masih dalam perbaikan di bengkel. “Jadi yang benar-benar siap operasi tinggal dua unit penembak,” tambahnya.
Idealnya, lanjut Darmawan, Kabupaten Jembrana membutuhkan sedikitnya enam unit armada aktif untuk menjangkau seluruh wilayah.
Sebanyak empat unit ditempatkan di kantor pusat Damkar di Negara, sementara dua unit lainnya idealnya berada di dua kecamatan yang jauh dari pusat, yakni Melaya dan Pekutatan.
“Dulu dua kecamatan itu sempat punya armada sendiri, tapi karena rusak dan tidak bisa dipakai, semua ditarik ke kantor pusat,” ungkapnya.
Darmawan menekankan pentingnya keberadaan pos damkar di wilayah jauh, terutama di Kecamatan Pekutatan. Sebab jarak dari kantor pusat ke lokasi kebakaran cukup jauh dan memakan waktu.
“Kalau ada pos dengan armada sendiri, penanganan awal bisa lebih cepat sebelum armada utama datang,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya