RadarBuleleng.id - Aksi balap liar di Kabupaten Klungkung, Bali, makin meresahkan. Ironisnya, sebagian besar para pelaku bukan hanya berasal dari wilayah lokal, tetapi juga datang dari Denpasar.
Mereka rela menempuh perjalanan puluhan kilometer hanya untuk memacu motor secara ilegal di jalan raya Klungkung saat tengah malam.
Polres Klungkung pun melakukan langkah ekstrem. Selain meningkatkan patroli malam, aparat sampai menyusup ke grup-grup media sosial komunitas remaja yang kerap mengatur jadwal balap liar.
Dari sinilah polisi mengetahui rencana aksi yang digelar pada Sabtu (15/11/2025) malam.
“Dari grup itu kami mengetahui mereka menggelar aksi balap liar pada Sabtu malam sehingga anggota kami kumpulkan dan kami kerahkan ke kawasan Proyek PKB dan Bypass Ida Bagus Mantra mulai pukul 24.00 hingga Minggu pukul 17.00,” ujar Kasat Lantas Polres Klungkung, AKP Untung Laksono.
Razia besar-besaran tersebut mengerahkan 65 personel, dan hasilnya tidak sedikit.
Polisi mengamankan lima sepeda motor tanpa surat dan TNKB, serta empat remaja perempuan yang ikut menyaksikan aksi tersebut.
“Kami akan panggil orang tuanya. Motor anak di bawah umur tidak akan kami lepas kalau orang tuanya tidak datang. Saya tidak mau ada titip-titipan, termasuk kalau saudaranya polisi. Orang tua harus datang langsung,” tegasnya.
Namun aksi razia itu belum membuat para remaja jera. Dari pantauan grup media sosial, mereka masih berencana menggelar balap liar lagi.
Mereka menduga polisi tidak akan kembali melakukan penindakan setelah razia hingga dini hari. Kesempatan itu dianggap celah aman untuk kembali menguasai jalanan.
AKP Untung mengungkapkan, lokasi balap liar para remaja itu berpindah-pindah mengikuti pergerakan petugas.
Salah satu lokasi ekstrem yang pernah mereka tutup demi balapan adalah Jalan Bypass Ida Bagus Mantra wilayah Desa Kusamba. Bahkan sebagian besar peserta aksi datang dari luar Klungkung.
“Mereka ada yang dari Klungkung, dan banyak yang dari Denpasar. Mereka menggelar balap liar berpindah-pindah melihat pergerakan polisi,” bebernya.
Fenomena remaja Denpasar yang menyerbu Klungkung untuk balap liar ini menjadi perhatian serius aparat, mengingat aktivitas tersebut bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya