Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tol Gilimanuk–Mengwi Masih Menggantung, Warga Terdampak Resah Menanti Kepastian

Juliadi Radar Bali • Senin, 15 Desember 2025 - 01:42 WIB

 

Desain Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi.
Desain Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi.

RadarBuleleng.id - Ketidakjelasan kelanjutan pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi yang sudah berlarut selama empat tahun belakangan, makin memicu keresahan masyarakat. 

Terutama warga yang lahannya terdampak pembebasan proyek strategis nasional tersebut di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Jembrana, Tabanan, dan Badung.

Keluhan itu kembali mengemuka setelah sejumlah warga bersama Forum Perbekel Terdampak Tol di Tabanan menggelar pertemuan di Balai Pertemuan Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, Rabu (10/12/2025) lalu. 

Dalam pertemuan tersebut, warga menyoroti belum adanya realisasi pembangunan, meski lahan dan rumah mereka telah dipatok serta diukur sejak beberapa tahun lalu.

Warga mengaku lelah dengan janji-janji yang belum juga terealisasi. Ketidakpastian ini membuat pemilik lahan berada dalam posisi sulit, lantaran tanah tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal karena sudah berstatus terdampak proyek.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari anggota DPR RI asal Tabanan, I Nyoman Adi Wiryatama. 

Politisi yang juga mantan Ketua DPRD Bali itu menyebut, berdasarkan informasi yang ia terima, pembangunan Tol Gilimanuk–Mengwi berpeluang ditender ulang.

“Informasi terakhir dari Komisi V (DPR RI), itu (Tol Gilimanuk-Mengwi) akan ditender ulang di 2026,” ujar Adi Wiryatama.

Meski demikian, Adi menegaskan informasi tersebut masih perlu dipastikan kembali ke jajaran pimpinan Komisi V DPR RI. Pasalnya, saat ini ia bertugas di Komisi IV yang membidangi pertanian.

“Nanti setelah reses, mungkin awal tahun (2026) kami bersama teman-teman (anggota DPR RI) dari Bali bertanya kelangsungan proyek itu (ke pimpinan Komisi V),” ungkapnya.

Adi tidak menampik, ketidakpastian pembangunan jalan tol ini menjadi sumber kegelisahan masyarakat, khususnya pemilik lahan yang sudah terblokir atau dipasangi patok. 

Menurutnya, pemerintah pusat perlu segera memberikan keputusan yang jelas dan tertulis.

“Mesti ada hitam di atas putih dan Pemerintah Pusat juga harus memberikan keputusan tegas. Agar masyarakat yang terdampak tidak resah,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh anggota DPR RI asal Bali berkomitmen untuk terus mengawal kelanjutan proyek Tol Gilimanuk–Mengwi. 

Proyek tersebut dinilai penting untuk mengurai kemacetan dan mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah Bali Barat dan Bali Tengah.

“Karena itu sudah menjadi harapan agar Bali Barat dan Bali Tengah tidak macet. Terakhir bertemu Gubernur Bali katanya on progress. Tapi, sejauh ini kami belum bertemu lagi,” katanya.

Saat masa reses mendatang, Adi berencana memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali guna mendorong kepastian pembangunan tol tersebut. 

“Karena tanah masyarakat sudah diblokir dan informasi soal jalan tol ini sudah ramai di media,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #dpr ri #proyek #warga #Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi #jembrana #pembangunan #perbekel #tabanan #badung #Proyek Strategis Nasional #jalan tol #dprd bali