RadarBuleleng.id - Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun meninggal dunia setelah tenggelam di Bendungan Penarungan, Banjar Tegal, Desa Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu (14/12/2025).
Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban berenang bersama teman-temannya di area bendungan.
Berdasarkan keterangan kepolisian, korban datang ke lokasi bendungan bersama lebih dari 10 orang temannya pada sore hari.
Mereka berniat mandi dan berenang karena cuaca panas. Awalnya korban dan teman-temannya bermain air di bagian pinggir bendungan.
Peristiwa bermula ketika korban berenang semakin ke tengah bendungan, meskipun sempat diingatkan oleh teman-temannya agar tetap berada di tepi karena kondisi arus yang tidak diketahui.
“Korban bersama teman-temannya mandi di bendungan. Saat itu korban berenang ke arah tengah dan diduga terseret arus sehingga tidak mampu melawan arus dan akhirnya tenggelam,” ucap PS Kasubsipenmas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti.
Melihat korban tidak kunjung muncul ke permukaan, teman-temannya panik dan berusaha memberikan pertolongan secara mandiri.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena arus air di bendungan cukup kuat dan berbahaya.
Selanjutnya, kejadian tersebut dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke aparat kepolisian serta tim penyelamat.
Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Bali, BPBD Badung, Satpolairud Polres Badung, serta relawan segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.
Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi korban terakhir terlihat, baik di permukaan maupun di dasar bendungan. Setelah beberapa waktu pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan.
“Korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan medis,” ucap Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Dari hasil pemeriksaan awal oleh tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga kuat meninggal dunia akibat tenggelam.
“Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan korban meninggal dunia karena tenggelam,” ucap pihak kepolisian.
Beberapa luka ringan yang ditemukan pada tubuh korban diduga akibat benturan atau proses evakuasi saat pencarian berlangsung.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, agar tidak berenang di area bendungan, sungai, atau perairan lain yang berisiko tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak berenang di bendungan atau sungai yang arusnya tidak dapat diprediksi,” ucap Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti.
Kasus tersebut telah ditangani oleh Polres Badung. Pihak keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menuntut secara hukum. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya