RadarBuleleng.id - Pemprov Bali akhirnya melanjutkan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Kabupaten Klungkung.
Kepastian itu ditandai dengan digelarnya Upacara Tawur Agung Labuh Gentuh, Pangruak Bhumi, Bhumi Sudha, Panegteg Jagat, serta Pitra Dekot di kawasan PKB, Senin (29/12/2025).
Upacara besar tersebut dipuput langsung oleh 13 orang sulinggih. Kawasan muara Tukad Unda yang menjadi lokasi PKB dinyatakan perlu disucikan agar pembangunan berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang.
”Tawur agung ini sebagai dasar membuat dasar yang kuat secara niskala, untuk pembangunan pusat kebudayaan Bali. Tempatnya nanti seperti kota budaya, di luasan sekitar 320 hektar. Caru ini sebagai dasar yang kuat,” jelas Yajamana Karya, Ida Ratu Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun.
Pada hari yang sama, juga digelar upacara Pitra Dekot. Upacara ini ditujukan untuk menetralkan roh-roh warga yang meninggal di kawasan muara Sungai Unda.
Informasinya, lokasi tersebut menyimpan sejarah kelam, termasuk korban erupsi Gunung Agung 1963 serta aktivitas galian C di masa lalu.
”Termasuk saat menjadi Galian C. Secara niskala, roh mereka dinetralisir,” katanya.
Dengan rangkaian upacara tersebut, Pemprov Bali berharap seluruh unsur negatif di kawasan PKB dapat ternetralisir.
Secara niskala, kawasan tersebut diharapkan bersih, tenteram, dan siap menjadi pusat aktivitas kebudayaan Bali di masa depan.
Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan, pembangunan Pusat Kebudayaan Bali akan kembali dilanjutkan pada 2026 dan berlangsung hingga 2027. Fokus pembangunan diarahkan pada zona inti dengan anggaran mencapai Rp 1,2 triliun.
Langkah tersebut sekaligus menjadi target besar agar Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-50 pada 2028 bisa digelar sepenuhnya di kawasan tersebut.
”Zona inti ini rencananya akan terdiri dari 15 fasilitas pentas seni tradisi dan seni modern, 12 museum tematik, auditorium Bung Karno, panggung terbuka utama dengan kapasitas hingga 15 ribu orang. Serta panggung terbuka madya dengan kapasitas 4 ribu orang,” terangnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya