RadarBuleleng.id – Sebanyak delapan orang anak jalanan diamankan aparat di wilayah Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Rabu (21/1/2026).
Mereka ditemukan tidur di depan pertokoan karena kehabisan bekal untuk melanjutkan perjalanan menuju Denpasar.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma mengatakan, anak jalanan tersebut diamankan saat berada di depan Pura Dalem Kelurahan Gilimanuk.
Mereka diketahui tengah menunggu truk untuk ditumpangi secara estafet menuju Denpasar.
“Mereka tidak punya uang buat ongkos, estafet numpang truk untuk ke Denpasar,” terangnya.
Hasil pendataan menunjukkan, delapan anak tersebut berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera.
Dari jumlah itu, empat orang tidak memiliki kartu identitas, sementara empat lainnya tercatat membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Mereka bisa menyeberang karena beli tiket penyeberangan, tapi untuk lanjutkan perjalanan tidak punya ongkos, sehingga menginap di area pertokoan,” jelasnya.
Ia menambahkan, para anak jalanan tersebut ternyata bukan kali pertama masuk ke Bali dengan modus serupa.
Sebelumnya, mereka sempat diamankan petugas dan dipulangkan ke daerah asal, namun kembali mencoba masuk ke Bali dengan cara yang sama.
Selanjutnya, delapan anak jalanan tersebut dibawa ke pos pemeriksaan KTP untuk dilakukan pendataan.
Setelah itu, mereka dipulangkan ke daerah asal dengan diseberangkan kembali melalui Pelabuhan Ketapang dan dikawal oleh petugas keamanan.
“Dikhawatirkan kalau dibiarkan masuk Bali bisa mengganggu keamanan dan ketertiban di Bali,” terangnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya