Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Detik-Detik Rumah Ambruk di Tabanan Bali, Ibu dan Balita Hilang Terseret Arus

Juliadi Radar Bali • Kamis, 22 Januari 2026 | 07:08 WIB

 

BERHARAP MUJIZAT: Yuliana Da Kosta Makun, memangku putri bungsunya Audrey Natania Banafanu.
BERHARAP MUJIZAT: Yuliana Da Kosta Makun, memangku putri bungsunya Audrey Natania Banafanu.

RadarBuleleng.id - Hujan lebat turun sejak Selasa (20/1/2026) malam. Angin berhembus kencang, membuat cuaca makin ekstrem. 

Tak ada yang menyangka, deras hujan yang mengguyur Banjar Dinas Acak Kuwung, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali itu justru menjadi awal petaka yang merenggut dua nyawa dalam satu keluarga.

Sekitar pukul 04.00 WITA pada Rabu (21/1/2026) dini hari, suara gemuruh tiba-tiba terdengar dari arah sungai di belakang sebuah rumah kontrakan di Banjar Acak Kuwung. 

Air sungai meluap, senderan roboh, dan dalam hitungan detik, dinding belakang rumah jebol. Air bah menerjang tanpa ampun.

Di rumah itu, enam orang tengah beristirahat. Yuliana Da Kosta Makun, 28, bersama putri bungsunya Audrey Natania Banafanu, 1, tak sempat menyelamatkan diri. Keduanya hilang terseret arus sungai yang meluap masuk ke dalam rumah.

Sementara itu, suami Yuliana, Semi Christian Banafanu, 31, berhasil menyelamatkan diri bersama anak pertamanya, Nathalia Dequenza Banafanu, 6. 

Semi ditemukan selamat setelah tubuhnya tersangkut di rumpun bambu. Namun luka-luka di tubuhnya membuat ia harus menjalani perawatan di RSUD Tabanan.

Di rumah kontrakan tersebut, selain keluarga Semi, juga tinggal seorang kerabat bernama Hellen serta seorang nenek pemilik rumah yang telah lanjut usia. 

Rumah itu selama ini digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus lokasi usaha pengolahan minyak goreng bekas.

Hellen, yang ikut tinggal serumah, mengingat jelas detik-detik mencekam itu. Menurutnya, peristiwa terjadi begitu cepat, nyaris tanpa jeda bagi siapapun untuk bersiap.

“Begitu cepat kejadiannya. Dari enam orang penghuni rumah, dua korban yakni Yuliana dan Nathalia hilang tersapu arus sungai,” cerita Hellen.

Ia mengungkapkan, tak ada firasat apa pun sebelum kejadian. Namun hujan deras sejak malam membuat penghuni rumah tak bisa tidur nyenyak. Saat tembok jebol dan air masuk dengan deras, kepanikan tak terhindarkan.

Yuliana dan anaknya sempat berusaha menyelamatkan diri. Namun nahas, keduanya justru terjatuh ke saluran air di dekat kandang babi dan langsung tersapu arus sungai yang meluap ke dalam rumah.

“Sekarang ini masih dalam proses pencarian. Mudah-mudahan ada mukjizat Tuhan, Yuliana dan anaknya ditemukan dalam kondisi selamat,” harap Hellen lirih.

Hingga Rabu siang (21/1/2026) sekitar pukul 13.00 WITA, upaya pencarian terhadap kedua korban masih terus dilakukan. Tim gabungan dari Basarnas, BPBD Tabanan, Polres Tabanan, Kodim 1619/Tabanan, PMI, relawan, dan masyarakat setempat dikerahkan menyisir aliran sungai.

Komandan Kodim 1619/Tabanan, Letkol Inf Trijuang Danarjati, yang turut memantau langsung proses pencarian, menyampaikan bahwa dua korban masih dinyatakan hilang dan pencarian difokuskan di sepanjang aliran sungai.

“Kedua korban yang hanyut ini seorang ibu Yuliana Da Kosta Makun dan anaknya Audrey Natania Banafanu,” ujarnya.

Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai sejauh kurang lebih dua kilometer di wilayah Banjar Dinas Acak Kuwum, Desa Kuwum, Kecamatan Marga. Namun derasnya arus sungai menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

“Semoga korban secepatnya dapat ditemukan tim pencarian. Kami juga meminta bantuan informasi dari masyarakat jika menemukan korban,” ujar Letkol Trijuang.

Ia menjelaskan, peristiwa ini dipicu oleh robohnya senderan sungai serta runtuhan sebuah rumah BTN di Perumahan Kuwum Asri 2. 

Material runtuhan menutup aliran sungai dan menimpa bagian belakang rumah korban, menyebabkan air sungai meluap masuk ke dalam rumah.

“Saat itulah keluarga dari Semi Christian Banafanu hanyut terbawa air sungai,” ungkapnya.

Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Dudy Librana, menambahkan bahwa tim SAR dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU), yakni SRU darat dan SRU sungai.

Pencarian darat dilakukan dengan menyusuri sisi kanan dan kiri sungai hingga ke campuhan atau muara di sekitar Pura Beji. Sementara tim lainnya melakukan penyisiran langsung di aliran sungai.

“Hingga siang ini, upaya pencarian masih terus berlangsung. Selanjutnya akan dievaluasi terkait kendala di lapangan. Jika tidak ada kendala, pencarian akan diperluas hingga ke muara sungai,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #cuaca #angin #air sungai #air bah #rsud tabanan #hujan #tabanan #rumah kontrakan #marga #Nyawa