RadarBuleleng.id - Warga Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, kembali digegerkan dengan penemuan jenazah di Pantai Lingkungan Penginuman, pada Rabu (4/2/2026).
Jenazah yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh itu diduga merupakan korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya, yang kini bangkai kapalnya tengah dalam proses pengangkatan dari dasar Selat Bali.
Informasi yang dihimpun, mayat pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 08.14 WITA.
Jenazah tersebut terdampar di bibir pantai dan bercampur dengan tumpukan sampah.
Warga yang curiga kemudian mendekati lokasi dan mendapati bagian tubuh manusia dalam kondisi mengenaskan.
“Kami menerima informasi dari warga terkait adanya jenazah yang terdampar di pantai langsung cek lokasi,” ujar Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo.
Bersama personel kepolisian, petugas kemudian melakukan evakuasi jenazah ke pinggir pantai.
Proses evakuasi dilakukan dengan cara ditandu dan menyisir garis pantai sejauh kurang lebih tiga kilometer menuju Sumur Kembar, lokasi ambulans telah disiagakan.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lapangan, kondisi mayat sudah tidak utuh atau hancur.
Ciri-ciri yang dapat dikenali diduga berjenis kelamin laki-laki, dengan pakaian hanya mengenakan celana dalam berwarna hitam.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Negara untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh Tim Inafis Polres Jembrana.
Penemuan mayat di perairan Selat Bali, wilayah Kelurahan Gilimanuk, ini menjadi yang ketiga dalam kurun waktu empat hari terakhir.
Sebelumnya, pada Minggu (1/2/2026), dua mayat dalam kondisi tidak utuh juga ditemukan di lokasi berbeda.
Satu jenazah dievakuasi ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, sementara satu lainnya dibawa ke RSU Negara.
Dua jenazah yang ditemukan sebelumnya juga diduga merupakan korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada 2 Juli 2025.
Kemunculan mayat-mayat tersebut diduga berkaitan dengan proses pengangkatan bangkai kapal yang saat ini masih berlangsung di perairan Selat Bali.
Sejak ditemukannya jenazah yang diduga korban kapal tenggelam tersebut, sejumlah warga berdatangan ke RSU Negara untuk menanyakan hasil identifikasi. Beberapa di antaranya mengaku sebagai keluarga korban yang hingga kini belum ditemukan.
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Kendali Mutu RSU Negara, Gusti Ngurah Putu Adnyana menyebut, sejak adanya titipan jenazah pada Minggu (1/2/2026) lalu, pihak rumah sakit menerima kedatangan warga yang ingin memastikan identitas korban.
“Laporan dari staf, ada yang datang menanyakan hasil identifikasi,” ungkapnya.
Menurutnya, warga yang datang ingin memastikan apakah jenazah tersebut merupakan anggota keluarga mereka yang dilaporkan hilang, termasuk korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada Juli 2025 lalu.
Namun terkait hasil identifikasi, pihak RSU Negara masih menunggu proses dan hasil resmi dari kepolisian. Mengingat, rumah sakit hanya bertugas menerima dan merawat jenazah yang dititipkan.
“Kami menunggu dari pihak kepolisian yang berwenang untuk tindak lanjut identifikasi,” ujarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya