Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Masih Buru 3 Pelaku Begal Maut di Kuta Utara. Polisi Telusuri Belasan CCTV

I Wayan Widyantara • Kamis, 12 Februari 2026 | 05:53 WIB

 

BEGAL: Rekaman CCTV aksi begal di Jalan Pengubengan Kauh, Kelurahan Kerobokan Kelod, Bali.
BEGAL: Rekaman CCTV aksi begal di Jalan Pengubengan Kauh, Kelurahan Kerobokan Kelod, Bali.

RadarBuleleng.id - Penanganan kasus begal maut yang menewaskan Juhaeryah Velina, 46, alias Tante Jenna, terus dikebut jajaran Polsek Kuta Utara. 

Hingga Rabu (11/2/2026), tiga pria yang terekam kamera pengawas (CCTV) saat beraksi masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina memastikan timnya telah mengantongi sejumlah petunjuk penting dari hasil penyelidikan. 

Rekaman dari 14 titik CCTV di sekitar lokasi kejadian sudah diamankan dan dianalisis untuk melacak pergerakan pelaku sebelum dan sesudah beraksi.

“Dari rekaman CCTV terlihat ada tarikan tas oleh pelaku. Akibatnya korban oleng dan menabrak tiang listrik,” tegas Kompol Agus Pasek.

Peristiwa tragis itu terjadi di Jalan Pengubengan Kauh, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Sabtu malam (7/2/2026) sekitar pukul 23.28 WITA. 

Korban yang tengah touring bersama komunitas motor melaju sendirian karena sedikit tertinggal dari rombongan. Situasi tersebut diduga sudah diincar para pelaku.

Tiga pria berboncengan satu motor memepet korban dari sisi kiri di ruas jalan yang minim penerangan. 

Saat terjadi tarik-menarik tas, kedua kendaraan terjatuh. Motor korban oleng ke kiri dan menghantam tiang listrik, sementara motor pelaku terjatuh di badan jalan sebelum akhirnya kabur.

Ironisnya, aksi penjambretan itu gagal. Polisi memastikan tidak ada barang korban yang berhasil dibawa kabur. 

“Tidak ada barang korban yang hilang. Kemungkinan pelaku gagal. Kalau kita lihat dari rekaman, korban dan pelaku sempat jatuh,” jelasnya.

Korban sempat dilarikan ke RSU Garba Med Kerobokan, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 01.00 WITA. Jenazah telah dipulangkan ke Tangerang untuk dimakamkan.

Selain memburu pelaku, polisi juga menyoroti kondisi minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik di Kuta Utara. 

Kompol Agus Pasek menyebut faktor gelapnya ruas jalan serta keterbatasan CCTV turut memengaruhi tingkat kerawanan.

“Minimnya penerangan jalan dan kurangnya CCTV di lokasi sangat berpengaruh. Kondisi gelap memberi ruang bagi pelaku untuk beraksi tanpa banyak risiko terlihat,” ujarnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penambahan CCTV serta perbaikan PJU di titik-titik rawan. 

Polisi juga mengimbau masyarakat lebih waspada saat berkendara malam hari dan segera melapor jika memiliki informasi terkait identitas pelaku. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kamera #begal #komunitas motor #kabur #kecelakaan #tas #rekaman #kuta #kuta utara #cctv #pelaku #touring