RadarBuleleng.id – Upaya pelarian tiga warga negara asing (WNA) asal Tiongkok atau China, kandas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Ketiganya diamankan petugas imigrasi saat hendak terbang ke Kuala Lumpur, Sabtu (2/5/2026).
Mereka terdeteksi masuk daftar pencarian orang (DPO) alias buronan dalam kasus pencurian di Bogor.
Penangkapan ini merupakan hasil koordinasi cepat antara Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Kantor Imigrasi Bogor, dan Polresta Bogor Kota.
Sebanyak tiga orang WNA, masing-masing berinisial J.W., 33; R.W., 37; dan H.L., 39; tertangkap basah saat hendak melintasi pos pemeriksaan Imigrasi di terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai.
Mereka diketahui menggunakan Visa on Arrival dan berencana meninggalkan Indonesia dengan maskapai AirAsia penerbangan QZ550 tujuan Kuala Lumpur.
Kecurigaan petugas muncul saat pemeriksaan dokumen. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, identitas ketiganya cocok dengan data DPO dalam kasus pencurian dengan pemberatan yang ditangani kepolisian di Bogor.
Berdasarkan informasi Polresta Bogor Kota, aksi pencurian tersebut terjadi pada 22 Maret 2026 di sebuah kawasan perumahan mewah.
Para pelaku diduga menyasar rumah dalam kondisi kosong saat pemiliknya berada di luar negeri. Mereka juga disebut menggunakan topeng dan sarung tangan untuk menghilangkan jejak.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menegaskan keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Bali bukan tempat aman bagi pelaku kejahatan.
“Kami bisa mengamankan siapa pun yang masuk DPO selama informasinya cepat dan akurat. Bandara Ngurah Rai tidak bisa dijadikan celah untuk kabur dari hukum,” tegasnya.
Setelah diamankan, ketiga WNA tersebut langsung ditunda keberangkatannya dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, mengapresiasi langkah cepat petugas di lapangan.
Ia menilai keberhasilan ini menunjukkan kesiapan Bali sebagai pintu gerbang internasional dalam menjaga keamanan dari ancaman kejahatan lintas negara.
“Ini bukti profesionalisme kami. Bali harus steril dari individu yang merusak citra dan keamanan daerah,” ujarnya.
Dengan dukungan sistem digital keimigrasian yang semakin canggih, aparat memastikan setiap pergerakan pelaku kejahatan dapat terdeteksi lebih dini, sehingga upaya pelarian bisa digagalkan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya