SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Mahasiswa Universitas Udayana (Unud) mendorong agar pemerintah desa di Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, menyiapkan fasilitas sumur bor.
Opsi itu harus diambil, agar salah satu desa di wilayah Buleleng itu tidak sampai mengalami krisis air bersih.
Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) yang membahas Angka Kecukupan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) Sistem Air Bersih di Desa Dencarik
Diskusi terpumpun itu sengaja digelar oleh mahasiswa Unud yang tengah melakukan Program Udayana Mengabdi (PUM) dan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) periode XXIX Tahun 2024 di Desa Dencarik.
Dalam diskusi itu terungkap ada tiga masalah utama yang dihadapi dalam pengelolaan air bersih di Desa Dencarik. Yakni neraca air bersih yang jauh dari kata seimbang, masalah distribusi jaringan rumah tangga, hingga beban biaya operasional.
Saat ini pengelolaan air bersih di Desa Dencarik mengandalkan suplai air bersih dari Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar.
Untuk menyuplai air bersih, pengelola air bersih harus memasang pipa air dengan ukuran 3 inci. Panjangnya pun mencapai 7,9 kilometer. Selanjutnya air ditampung pada reservoir yang terletak di Banjar Dinas Corot.
Hanya saja, pengelolaan itu menemui kendala. Kendala utamanya adalah pipa seringkali mengalami kerusakan.
Penyebabnya tekanan air terlalu tinggi, ditambah lagi usia pipa sudah cukup uzur. Saat ini rata-rata usia pipa telah menyentuh angka 25 tahun.
“Kami berusaha membagi tekanan air ke beberapa wilayah lain untuk mencegah kerusakan pada pipa” ungkap Gede Budiasa, Ketua PAM Desa Dencarik.
Masalah lainnya, suplai air itu masih jauh dari kata ideal. Suplai air itu hanya sebanyak 259 meter kubik. Sedangkan keperluan air bersih untuk 4.933 warga, setidaknya perlu 376 meter kubik.
Untuk mengatasi kekurangan air tersebut, pengelola air bersih juga mengoperasikan dua unit sumur bor yang ada di Banjar Dinas Menanga dan Bajangan. Pengoperasian pompa air tersebut memerlukan biaya operasional yang tinggi.
Meski telah ditunjang dengan keberadaan sumur bor, namun suplai air masih jauh dari hitung-hitungan ideal.
Guna mengatasi masalah tersebut, mahasiswa merancang tambahan pipa transmisi dari Desa Sidetapa ke Desa Dencarik.
Hal itu juga harus diikuti dengan penyiapan bak penampungan yang baru. Serta harus dilanjutkan dengan peremajaan pipa.
Mahasiswa juga akan membantu menyusun bahan kajian dan proposal. Rencananya pihak desa akan mengajukan bantuan pembenahan sistem air bersih kepada pihak Rotary International, guna mencegah krisis air bersih di desa tersebut. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya