Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Amor ing Acintya. Pemuda di Buleleng Meninggal Akibat Ulah Pati. Diduga Sempat Cekcok dengan Orang Tua Pacar

Francelino Junior • Selasa, 4 Maret 2025 | 18:47 WIB

 

ilustrasi ulah pati
ilustrasi ulah pati

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Seorang pemuda berusia 20 tahun, Ketut Rian Panduwinata, ditemukan meninggal dunia akibat ulah pati di rumahnya yang berlokasi di Banjar Dinas Ideran, Desa Kayu Putih, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, pada Minggu (2/3) sekitar pukul 17.00 WITA.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh saksi Komang Agus Feriana, 32, seorang buruh tani yang juga memelihara babi di bawah rumah korban. 

Saat hendak memberi makan ternaknya, saksi terkejut melihat korban dalam keadaan tergantung di kusen pintu dapur menggunakan selendang berwarna hitam putih dengan tumpuan kursi plastik. 

Agus kemudian memanggil saksi lainnya, Made Gitra, 68, untuk membantu menurunkan korban. Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan pada polisi.

Pihak kepolisian dari Polsek Banjar datang untuk melakukan olah TKP. Polisi juga meminta tim medis dari Puskesmas Banjar II melakukan pemeriksaan.

Baca Juga: Amor ing Acintya, Prajurit TNI di Buleleng Ulah Pati. Temukan Senjata Api di Pangkuan

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan atau luka akibat benda tumpul pada tubuh korban. 

Setelah kepergian korban, beredar di media sosial riwayat chat antara korban dengan seorang wanita yang diduga orang tua sang kekasih.

Keduanya sempat terlibat cekcok. Tak lama setelahnya, korban ditemukan dalam kondisi tewas tergantung di rumahnya.

Kapolsek Banjar, Kompol I Gede Putu Semadi, saat dikonfirmasi membenarkan ada peristiwa orang gantung diri.

“Korban tidak punya riwayat penyakit tertentu. Kemungkinan ada masalah asmara,” ujar Semadi.

Semadi mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis keluarga dan kerabat terdekat. 

"Kami sangat menyayangkan peristiwa ini terjadi. Kami mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi mental orang-orang di sekitar, serta segera mencari bantuan jika ada tanda-tanda depresi atau tekanan emosional yang berat," ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#ulah pati #pemuda #buleleng