SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Inspektorat Buleleng menemukan indikasi kerugian negara dalam proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Dusun Santal, Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.
Proyek yang didanai negara pada tahun 2020 itu justru belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga secara optimal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat Buleleng, ditemukan kelebihan pembayaran yang bersumber dari dana APBN sekitar Rp 37 juta.
Padahal, proyek Pamsimas tersebut mendapat suntikan anggaran Rp 281 juta dari APBN dan mendapat dana pendamping Rp 40 juta dari APBDes Desa Banjar.
Namun setelah proyek tuntas, masalah air bersih belum tuntas. Warga yang mukim di Dusun Santal mengeluhkan pasokan air bersih yang kerap tersendat. Air hanya mengalir pada jam-jam tertentu, bahkan kerap tidak keluar sama sekali pada malam hari.
Inspektorat juga menemukan fakta bahwa bak penampung (reservoir) yang dibangun tidak berfungsi optimal. Debit air yang kecil membuat distribusi air ke rumah-rumah warga tidak maksimal, meskipun sebelumnya sudah ada kajian teknis dari Dinas PU Buleleng.
Kepala Inspektorat Buleleng, Made Karuna, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menyebut timnya telah melakukan pemeriksaan fisik dan administrasi proyek.
“Kami dari Inspektorat sudah turun langsung ke lapangan. Hasilnya, ditemukan Pamsimas yang tidak berfungsi optimal dan ada kelebihan pembayaran sekitar Rp 37 juta,” ujarnya.
Menurut Karuna, pihak desa telah menyatakan kesiapannya untuk mengembalikan kelebihan pembayaran tersebut ke kas negara.
“Desa siap mengembalikan temuan kelebihan bayar itu dalam waktu 40 hari. Harapannya, setelah pengembalian dan perbaikan, Pamsimas bisa kembali berfungsi sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Di sisi lain, warga menilai persoalan ini tidak cukup diselesaikan hanya dengan pengembalian uang. Menurut warga, proyek sudah berjalan sejak lama, namun hingga kini tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Padahal, warga hanya memiliki harapan sederhana. Yakni air bersih bisa mengalir lancar setiap saat.
“Air memang ada, tapi digilir. Pagi ada, malam sering tidak ada. Kalau bak penampung berfungsi maksimal, kebutuhan air warga di bawah bisa terlayani penuh. Harapan kami sederhana, buka keran air, ya langsung mengalir,” ujar Dewa Nyoman Wilantara, warga di Dusun Santal. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya