Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kolaborasi Lintas Negara Tanam 1.000 Pohon di Danau Tamblingan, Perkuat Konservasi dan Jaringan Lingkungan

Eka Prasetya • Minggu, 29 Maret 2026 | 15:38 WIB
MENANAM: Lintas komunitas dan relawan dari Jepang melakukan aksi penanaman pohon di kawasan Danau Tamblingan. Upaya menjaga konservasi kawasan hulu Bali Utara. (Kayoman Pedawa)
MENANAM: Lintas komunitas dan relawan dari Jepang melakukan aksi penanaman pohon di kawasan Danau Tamblingan. Upaya menjaga konservasi kawasan hulu Bali Utara. (Kayoman Pedawa)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Upaya pelestarian lingkungan kembali digaungkan di kawasan Danau Tamblingan, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. 

Melalui kolaborasi lintas negara, kegiatan penanaman pohon digelar pada Sabtu (28/3/2026) dengan melibatkan berbagai komunitas, akademisi, hingga organisasi internasional.

Lebih dari 100 orang peserta ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka bersama-sama menanam sebanyak 1.000 bibit pohon di area sekitar danau yang dinilai strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan sumber daya air.

Pendiri Kayoman Pedawa, I Wayan Sadyana, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi internasional keempat yang mengusung tema budaya dan lingkungan. 

Sejumlah pihak terlibat, di antaranya Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha, Universitas Iwate Jepang, BKSDA Bali, Asia Environmental Alliance, Greenery Fund, Baga Raksa Alas Mertajati, masyarakat adat Dalem Tamblingan, hingga Munduk Moding Plantation, Green Study Adventure, dan Yayasan Wisnu.

Dalam kegiatan itu, penanaman fokus pada pohon dengan jenis kayu keras yang mampu menyerap banyak air. Seperti beringin, bunut, hingga aren. 

Selain itu beberapa jenis tanaman lokal juga ikut ditanam seperti kayu apuh, kayu tanah, kayu bengkel, bambu gintungan, dan gempinis. 

“Tanaman ini sengaja kami pilih karena memiliki kemampuan menyimpan air yang baik sehingga efektif mendukung konservasi kawasan Danau Tamblingan,” katanya.

Penanaman dilakukan secara bertahap sejak 27 Maret 2026 guna memastikan kualitas dan keberhasilan tumbuh tanaman. Para relawan yang berasal dari Jepang juga antusias mengikuti aksi penanaman pohon itu.

Bagi Kayoman Pedawa, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun sinergi antar komunitas lingkungan. Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan pada tahun 2023, 2024, dan 2025 di Desa Pedawa.

Tak hanya berfokus pada konservasi, kegiatan itu juga bertujuan memperkuat konektivitas antara masyarakat di kawasan hulu dan hilir. 

Keterlibatan komunitas dari wilayah hilir, termasuk kawasan Panca Desa Bali Aga, dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian hutan dan sumber air.

Ke depan, Kayoman Pedawa bersama BKSDA Bali dan komunitas BRASTI akan melakukan pemeliharaan rutin terhadap pohon yang telah ditanam. 

Langkah tersebut dilakukan agar tanaman dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #Beringin #jepang #aren #kayu #pohon #komunitas #Banjar #akademisi #danau #kayoman pedawa #Peserta #bambu #danau tamblingan #buleleng #relawan