Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Desa Adat Cempaga Gelar Upacara Potong Gigi Massal, 125 Peserta Ikut Serta

Eka Prasetya • Senin, 20 April 2026 | 17:00 WIB
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna (kanan) saat mengunjungi kegiatan metatah massal di Desa Adat Cempaga. (Pemkab Buleleng)
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna (kanan) saat mengunjungi kegiatan metatah massal di Desa Adat Cempaga. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Desa Adat Cempaga di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, menggelar upacara potong gigi (metatah) massal.

Agenda tersebut rutin digelar oleh desa adat, untuk meringankan umat yang hendak menggelar upacara manusa yadnya, khususnya potong gigi. Tahun ini ada 125 orang yang ikut serta.

Ketua Panitia Metatah Massal Desa Adat Cempaga, I Nyoman Sukanata menjelaskan kegiatan ini merupakan program Desa Adat sebagai bentuk kepedulian terhadap krama, khususnya dalam pelaksanaan Manusa Yadnya.

Menurutnya, metatah massal ini sepenuhnya digerakkan oleh prajuru desa adat bersama masyarakat. Pendanaannya pun berasal dari iuran peserta, masing-masing sebesar Rp 500 ribu per orang.

“Melalui kebersamaan krama dan dukungan desa adat, pelaksanaan metatah massal ini dapat berjalan dengan baik serta tetap menjaga makna dan kesakralan yadnya,” ungkapnya.

Pelaksanaan upacara metatah massal di Wantilan Desa Cempaga, Buleleng, mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna. 

Pada Senin (20/4/2026), Supriatna sempat berkunjung ke lokasi pelaksanaan upacara, yakni di Wantilan Desa Adat Cempaga.

Di hadapan krama, Wabup Supriatna menegaskan, metatah merupakan bagian penting dalam kehidupan umat Hindu, bukan sekadar tradisi, tetapi juga simbol pendewasaan diri. 

Upacara tersebut sekaligus dimaknai sebagai upaya mengendalikan enam sifat negatif dalam diri manusia atau Sad Ripu.

“Pelaksanaan metatah secara massal ini merupakan langkah positif yang tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga tetap menjaga nilai kesucian dan makna dari yadnya itu sendiri,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia dan desa adat yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. 

Menurutnya, semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian adat di tengah perkembangan zaman.

Lebih lanjut, Pemkab Buleleng disebut akan terus mendorong dan mendukung kegiatan adat dan keagamaan, termasuk pelaksanaan upacara secara kolektif yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Melalui metatah massal ini, saya berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk berkontribusi, sehingga masyarakat dapat melaksanakan kewajiban adat dan keagamaan dengan lebih ringan tanpa mengurangi makna dan kesuciannya,” demikian Supriatna. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#potong gigi #cempaga #Desa adat #manusa yadnya #buleleng