SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng dan DPRD Buleleng menyepakati Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Buleleng pada tahun anggaran 2025 mendatang.
Dalam pembahasan anggaran, mengalokasikan APBD pada tahun 2025 sebanyak Rp 2,37 triliun.
Hal itu terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD Buleleng tentang penetapan APBD Buleleng tahun anggaran 2025 di Ruang Sidang Utama DPRD Buleleng, Jumat (23/11/2024).
Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya. Tutr hadir Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana.
Baca Juga: Proyek Menara Turyapada di Buleleng Jadi Biang Kerok APBD Bali Defisit
Dalam pembahasan terungkap bahwa kondisi APBD Buleleng pada tahun 2025 mendatang masih akan mengalami defisit. Total nilai defisit sebesar Rp 6,7 miliar.
Pemerintah meyakini bisa menutup anggaran defisit tersebut melalui Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) tahun 2024. Khususnya dari penghematan tender serta belanja barang dan jasa.
Menariknya dalam APBD Buleleng 2025, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Buleleng mengalami kenaikan signifikan.
Target PAD Buleleng tahun 2025 sebesar Rp 661,2 miliar. Sementara target PAD Buleleng pada tahun 2024 sebesar Rp 575,41 miliar.
Itu berarti ada kenaikan PAD sebanyak Rp 85,79 miliar pada tahun anggaran 2025 mendatang.
Baca Juga: APBD Terbatas, Pemerintah Minta Bantuan ke Pengusaha untuk Beli Karpet Hingga TV 70 Inch
Salah satu sektor yang mendongkrak pendapatan yakni pendapatan dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Meski begitu, kontribusi PAD terhadap keseluruhan APBD Buleleng masih terbatas. Yakni sebesar 27,8 persen. Masih jauh di bawah rasio ideal PAD kawasan Jawa dan Bali yang ada di angka 32,9 persen dari APBD.
Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya mengatakan, DPRD dapat menyepakati rancangan APBD Buleleng tahun 2025 untuk kemudian ditetapkan sebagai peraturan daerah.
Ngurah Arya berharap Pemkab Buleleng menggunakan anggaran tersebut untuk merealisasikan program-program secara efektif. Terutama untuk program pelayanan dasar.
“Kami harap anggaran digunakan secara efektif untuk kegiatan prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta penambahan anggaran bagi dinas yang berpotensi menambah pendapatan daerah,” ujar Ngurah Arya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya