SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sebanyak 21 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Buleleng rupanya masih kosong.
Formasi-formasi itu kebanyakan kosong karena tidak ada pelamar. Adapun formasi yang kosong merupakan formasi pranata komputer di sejumlah dinas.
Uniknya formasi-formasi itu tidak dilirik oleh para pelamar, karena khawatir dengan ketatnya persaingan.
Hal itu terlihat dari pengumuman hasil Seleksi Kompetensi Bidang yang dilakukan Panitia Seleksi Nasional Pengadaan Calon Aparatur Sipil Negara (Panselnas CASN).
Sekda Buleleng, Gede Suyasa mengakui cukup banyak formasi yang kosong karena tidak ada pelamar. Contohnya formasi dokter spesialis dan pranata komputer.
Suyasa mengungkapkan, beberapa dinas yang membuka satu formasi pranata komputer, justru tidak ada pelamar. Sebaliknya, yang membuka lebih dari dua formasi, justru membludak.
“Ada OPD yang perlu hanya 1 pranata. Tapi pelamarnya nggak ada. Sehingga kosong. Sedangkan di OPD lain yang perlu 5 pranata, pelamarnya berjubel di sana,” kata Suyasa, Sabtu (11/1/2025).
Contohnya formasi pranata komputer ahli pertama pada Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Buleleng, tidak ada yang melamar. Tercatat hanya ada satu formasi di sana.
Sementara pada Bidang Infrastruktur dan Layanan SPBE Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Kominfo Santi) ada 5 formasi pranata komputer ahli pertama.
Pelamar rama-ramai melamar di Dinas Kominfo Santi Buleleng karena dinilai memiliki peluang kelulusan lebih besar. Sementara di BPBD Buleleng, sama sekali tidak ada yang melamar.
Lebih lanjut Suyasa mengatakan, berdasarkan data, ada 257 orang yang dinyatakan berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang.
Dari jumlah itu, sebanyak 109 orang dinyatakan lulus sesuai formasi. Selanjutnya ada 15 orang yang mendapat optimalisasi. Sedangkan 21 formasi kosong.
“Sesuai peraturan menteri, ada optimalisasi. Mereka ditempatkan di formasi yang sama, tapi diangkat di tempat lain. Itu sudah ditentukan sesuai sistem pusat. Kami di daerah hanya menerima saja,” kata Suyasa.
Bagaimana nasib formasi yang kosong? Suyasa mengatakan, formasi itu kemungkinan tidak akan diusulkan lagi. Sebab sudah terisi oleh Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Setelah PPPK dan CPNS ini terisi, akan ada evaluasi terhadap analisis kebutuhan. Kami lihat kondisinya kedepan. Formasi mana yang kosong, maka itu yang kami usulkan lewat CPNS. Itu juga kalau dibuka rekrutmen oleh pemerintah pusat,” tegasnya.
Asal tahu saja, pada tahun 2024 lalu Pemkab Buleleng membuka lowongan CPNS untuk 145 formasi. Sebanyak 142 formasi untuk masyarakat umum dan 3 formasi untuk disabilitas. Dari 145 formasi, hanya 124 formasi yang terisi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya