SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfo Santi) Buleleng berencana menambah Closed Circuit Television (CCTV) atau kamera pengawas di sejumlah jalur yang dianggap rawan di wilayah Buleleng.
Penambahan CCTV itu dianggap mendesak. Menyusul peristiwa kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tabrak lari yang terjadi belum lama ini, maupun peristiwa kekerasan diduga pembunuhan yang terjadi di Buleleng.
Saat ini, Dinas Kominfo Santi Buleleng baru memiliki sembilan titik CCTV. Yakni dua titik di Pasar Anyar, dua titik di areal Tugu Singa Ambara Raja, satu titik di Taman Yuwana Asri, satu titik di Simpang Udayana, satu titik Simpang Diponegoro, satu titik di Catus Pata/Simpang Pasar Buleleng, dan satu titik di Jalan Yudistira.
”Kami coba koordinasi dengan pihak kepolisian. Karena mereka juga punya di beberapa titik. Tapi kami usahakan untuk pasang di lokasi yang rawan laka lantas, macet, termasuk publik tempat umum,” ujar Kepala Diskominfo Santi Buleleng, Ketut Suwarmawan.
Menurut Suwarmawan, CCTV tersebut bukan hanya formalitas. Pemerintah juga ingin memanfaatkan CCTV itu untuk memantau ruang publik, kecelakaan , bahkan tindak kriminal.
Dinas Kominfo Santi Buleleng sudah menggandeng instansi vertikal, untuk melakukan integrasi CCTV. Mengingat pihaknya baru memiliki kamera pengawas di beberapa titik saja.
“Namun jika ingin ditambahkan, maka harus siapkan server terlebih dahulu di Buleleng Command Center (BCC),” tegasnya.
Untuk menambah CCTV, Suwarmawan memperkirakan menghabiskan biaya hingga Rp 60 juta. Biaya itu mencakup CCTV di dua titik, tiang, jaringan listrik, internet, maupun perangkat lunak.
”Nanti akan kami coba tambah tiga titik, sambil optimalkan kerja sama dengan OPD yang sudah memiliki CCTV, agar bisa diintegrasikan atau kami minta aksesnya,” imbuh Suwarmawan.
Lebih lanjut Suwarmawan mengatakan, sudah ada banyak CCTV yang diintegrasikan ke Dinas Kominfo Santi Buleleng melalui BCC. Hanya saja yang bisa diakses oleh publik masih terbatas. Sebab sisanya merupakan pengawasan internal, yang diakses untuk kepentingan keamanan perkantoran. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya