Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tiga Desa di Buleleng Jadi Pilot Project Ruang Bersama Indonesia, Fokus Lindungi Perempuan dan Anak

Eka Prasetya • Rabu, 14 Mei 2025 | 01:51 WIB

 

Ilustrasi ruang bersama. Ruang itu menjadi tempat yang aman bagi perempuan dan anak.
Ilustrasi ruang bersama. Ruang itu menjadi tempat yang aman bagi perempuan dan anak.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng terus mendorong penguatan perlindungan perempuan dan anak lewat program nasional Ruang Bersama Indonesia (RBI). 

Melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Buleleng, pemerintah membuat pilot project program perlindungan perempuan dan anak.

Program perlindungan itu dilaksanakan lewat Ruang Bersama Indonesia. Adapun desa yang dipilih menjadi pilot project adalah Desa Panji, Kecamatan Sukasada; Kelurahan Kendran, Kecamatan Buleleng; dan Desa Tampekan, Kecamatan Banjar.

Program yang digagas oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) tersebut bertujuan menciptakan ruang aman, inklusif, dan ramah perempuan serta anak, dimulai dari tingkat desa dan kelurahan.

Kepala Dinas P2KBP3A Buleleng, Nyoman Riang Pustaka mengatakan, RBI merupakan kelanjutan dari program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). 

Bedanya, RBI lebih menekankan pada kolaborasi lintas sektor serta pembangunan ruang bersama yang aman bagi semua kalangan.

“Ini bagian dari langkah mewujudkan kabupaten layak anak. Dimulai dari bawah, dari desa dan kelurahan. Kami ingin perempuan dan anak punya ruang yang aman dan inklusif,” ujarnya.

Penunjukan ketiga desa itu bukan  tanpa alasan. Sebab ketiga desa itu sudah menunjukkan komitmen yang kuat dalam program perlindungan perempuan dan anak. 

Bahkan, Kelurahan Kendran sudah menjalin kerja sama dengan dua perguruan tinggi, yakni STIE Satya Dharma dan Universitas Tarumanegara, dalam pengembangan prototipe ruang bersama.

Lebih lanjut, Riang mengatakan, pentingnya pemberdayaan setara antara laki-laki dan perempuan sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045. 

“Kalau hanya satu pihak yang diberdayakan, itu seperti berlari dengan satu kaki. Kita harus melibatkan keduanya secara seimbang,” tegasnya.

Selain memperkuat pemberdayaan, RBI juga diharapkan jadi jawaban atas sejumlah persoalan sosial seperti kekerasan dalam rumah tangga, pernikahan usia dini, dan minimnya komunikasi antar generasi akibat kecanduan gawai.

“Ruang ini bisa jadi titik temu antar generasi. Anak-anak sekarang bebas berekspresi, tapi komunikasi dalam keluarga kian renggang. RBI hadir untuk menjembatani itu,” imbuh Riang.

Pemkab Buleleng juga tengah membentuk Sekretariat Bersama RBI di tingkat kabupaten. Struktur ini akan dikoordinasikan oleh Sekda Buleleng dengan melibatkan Kepala Bappeda sebagai ketua harian dan Kepala Dinas P2KBP3A sebagai wakil koordinator.

Namun begitu, Riang Pustaka menegaskan bahwa kunci keberhasilan program ini ada di komitmen pemerintah desa dan kelurahan. Karena itu, pihaknya terus menggenjot sosialisasi melalui pertemuan bersama camat, perbekel, dan lurah.

“Kalau ada komitmen, akan ada alokasi anggaran dan kebijakan. Kami harap, setelah percontohan ini berjalan baik, desa-desa lain bisa menyusul,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#keluarga berencana #pemkab buleleng #rbi #perlindungan anak #pilot project #perempuan #perlindungan #buleleng #Ruang Bersama Indonesia #anak