Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

416 Perpustakaan di Buleleng Raih Akreditasi, DAPD Targetkan Seluruh Sekolah dan Desa Terbina

Eka Prasetya • Kamis, 10 Juli 2025 | 17:04 WIB

 

AKREDITASI: Tim akreditasi Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Buleleng saat melakukan akreditasi di salah satu perpustakaan sekolah.
AKREDITASI: Tim akreditasi Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Buleleng saat melakukan akreditasi di salah satu perpustakaan sekolah.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Sebanyak 416 perpustakaan di Kabupaten Buleleng telah resmi mengantongi akreditasi nasional. 

Perpustakaan-perpustakaan tersebut tersebar di jenjang pendidikan dan desa, dengan rincian 317 di Sekolah Dasar (SD), 54 di Sekolah Menengah Pertama (SMP), 35 di jenjang SMA/SMK, 6 di desa, dan 4 di perguruan tinggi.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Buleleng, Made Era Oktarini mengatakan, akreditasi merupakan bentuk evaluasi terhadap kesesuaian penyelenggaraan perpustakaan dengan standar nasional. 

Hal tersebut penting dilakukan untuk menjamin mutu layanan, pengelolaan, serta keberlanjutan perpustakaan di seluruh wilayah Buleleng.

“Akreditasi menjadi tolok ukur sejauh mana perpustakaan memenuhi standar dalam hal layanan, koleksi, sarana, SDM, hingga inovasi. Dari situ kita bisa membina dan meningkatkan kualitasnya secara berkelanjutan,” ujar Era.

Era menjelaskan, khusus untuk perpustakaan desa, program akreditasi baru dimulai tahun ini. Sementara baru enam desa yang berhasil meraih status akreditasi. 

Pihaknya akan terus mendorong agar semua desa memiliki perpustakaan yang terstandarisasi.

“Kami terus bergerak. Targetnya, semua layanan perpustakaan baik sekolah maupun desa ke depan bisa terakreditasi,” jelasnya.

Ada enam komponen yang dinilai dalam proses akreditasi, yakni kelengkapan sarana prasarana, kualitas koleksi, layanan kepada pemustaka, sumber daya manusia, hingga unsur keunikan dan inovasi masing-masing perpustakaan.

Sebagai langkah lanjutan, DAPD Buleleng juga berencana menggelar lomba perpustakaan untuk memotivasi sekolah dan desa dalam membangun dan mengembangkan perpustakaan yang berkualitas.

“Harapan kami, seluruh sekolah dan desa nantinya memiliki perpustakaan. Karena membaca adalah pintu menuju pengetahuan. Dengan perpustakaan, kita bisa meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#smp #akreditasi #sdm #arsip #perguruan tinggi #desa #pendidikan #sekolah #buleleng #koleksi #perpustakaan #sd