Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Buleleng Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Neraca Bahan Makanan Berkala

Eka Prasetya • Kamis, 17 Juli 2025 | 00:12 WIB

 

CEK HARGA: Tim Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng mengecek harga pangan di Pasar Anyar Singaraja.
CEK HARGA: Tim Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng mengecek harga pangan di Pasar Anyar Singaraja.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mengintensifkan strategi ketahanan pangan daerah dengan memperbarui Neraca Bahan Makanan (NBM) secara berkala. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup, merata, dan bergizi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng, I Gede Putra Aryana, menyebut NBM sebagai instrumen penting dalam memetakan potensi, kebutuhan, dan kekurangan pangan daerah secara menyeluruh dan terukur.

“Melalui NBM kita bisa tahu komoditas apa yang kita miliki, apa yang kurang, dan bagaimana memastikan seluruh masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang sehat dan mencukupi,” ujar Aryana saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/7/2025).

Penyusunan NBM mencakup berbagai komoditas utama konsumsi, seperti beras, jagung, singkong, ubi jalar, kacang tanah, kedelai, aneka sayur dan buah lokal, daging ayam, ikan, telur, hingga minyak nabati. 

Komoditas tersebut tak hanya mencerminkan pola konsumsi masyarakat, tapi juga menjadi potensi unggulan lokal yang layak dikembangkan.

Baca Juga: Peringati Idul Adha, Polres Buleleng Salurkan 325 Paket Kurban dan Sembako untuk Warga

Aryana menjelaskan, proses penyusunan NBM dilakukan secara kolaboratif melibatkan lintas sektor, mulai dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bappeda, kelompok tani, BUMDes, pelaku usaha lokal, hingga kalangan akademisi. 

Data dikumpulkan melalui survei rumah tangga serta pencatatan produksi dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Seluruh data tersebut kemudian diolah menggunakan aplikasi National Food Management System (NFMS) untuk menghasilkan neraca pangan yang akurat, dinamis, dan adaptif terhadap perubahan kondisi di lapangan.

Untuk menjaga validitas dan relevansi dengan kondisi riil, NBM diperbarui setiap tiga bulan. 

“Bahkan saat terjadi krisis pangan, bencana, atau pandemi, NBM bisa jadi acuan dalam pengambilan keputusan,” jelasnya.

Ia optimistis, dengan dukungan data yang solid, Buleleng mampu memenuhi kebutuhan pangan dari daerah sendiri, tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar daerah. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#peternakan #sehat #rumah tangga #komoditas #ubi #ketahanan pangan #Bappeda #makanan #pemerintah #telur #perikanan #bps #pangan #pertanian #singkong #kacang #jagung #konsumsi #beras #daging #buleleng #buah #ikan #bumdes