SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Buleleng mencatat capaian penting sepanjang 2025.
Sejumlah kajian dan naskah akademik berhasil disusun sebagai bahan rujukan strategis dalam perumusan kebijakan dan program pembangunan daerah.
Brida berharap seluruh hasil riset tersebut tidak berhenti di atas kertas, tetapi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh perangkat daerah dan para pemangku kepentingan.
Tujuannya agar kajian yang telah disusun bisa diterapkan, ditindaklanjuti, serta berdampak nyata bagi pembangunan Buleleng.
Kepala Brida Buleleng, Ketut Suwarmawan menjelaskan, sepanjang 2025 pihaknya telah menyusun enam dokumen penting dalam bentuk kajian dan naskah akademik.
Dokumen tersebut mencakup Penyusunan Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Kemiskinan serta Penyusunan Roadmap Kopi Arabika dan Kopi Robusta Kabupaten Buleleng.
Selain itu, Brida Buleleng juga menyusun Kajian Kebutuhan Daerah dan Kelayakan Bidang Usaha dalam rangka pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Migas, berikut Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah tentang Pendirian BUMD Migas.
Kajian lainnya meliputi Penyusunan Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran dan Penyelamatan (RISPKP) Tahun 2025–2035, Penyusunan Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kabupaten Buleleng sebagai turunan RPJMD, serta Penyusunan Kajian Optimalisasi Tata Kelola Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kabupaten Buleleng.
”Harapannya hasil riset tersebut diharapkan menjadi dasar yang kuat dalam proses pengambilan kebijakan Pemerintah Kabupaten Buleleng,” ujar Suwarmawan, kemarin.
Ia menegaskan, setiap program yang dirumuskan pemerintah daerah harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. Oleh karena itu, kebijakan berbasis data, riset, dan fakta lapangan menjadi hal yang mutlak diperlukan.
Diketahui, arah pembangunan Kabupaten Buleleng saat ini bertumpu pada delapan isu strategis daerah.
Isu tersebut meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan perekonomian berbasis potensi unggulan daerah, serta penyediaan infrastruktur pelayanan dasar.
Selain itu, fokus pembangunan juga diarahkan pada penurunan angka kemiskinan dan penguatan perlindungan sosial, peningkatan keamanan dan kenyamanan masyarakat, pelestarian adat serta budaya lokal, peningkatan kualitas lingkungan hidup, hingga penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya