SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) Buleleng berupaya mendorong transformasi ekonomi yang lebih produktif, inovatif, dan inklusif.
Kini fokus utama diarahkan pada penguatan kemandirian pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.
Sejumlah persoalan klasik masih membayangi sektor pertanian. Mulai dari degradasi lahan, daya saing produk yang belum optimal, hingga produktivitas dan produksi yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
Karena itu, dalam lima tahun ke depan, Pemkab Buleleng membidik lonjakan signifikan pada produksi dan produktivitas komoditas unggulan daerah.
Potensi daerah dinilai menjadi modal besar. Luas lahan sawah, tegalan (abian), hingga garis pantai yang membentang panjang membuka peluang pengembangan pertanian dan perikanan.
Pendataan lahan pun dijadikan pijakan utama dalam penyusunan kebijakan, terutama untuk mendorong program luas tambah tanam komoditas pangan pokok.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Distankan Buleleng, Ni Luh Prima Diantari Wati saat memimpin Forum Perangkat Daerah di ruang Kepala Distankan Buleleng, Rabu (4/3/2026).
Prima menjelaskan bahwa transformasi kelembagaan turut dipengaruhi perubahan regulasi nasional. Pengalihan penyuluh pertanian ke Kementerian Pertanian melalui Inpres 3/2025, pengelolaan sumber daya air dan irigasi ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat lewat Inpres 2/2025, hingga penataan pupuk bersubsidi berdasarkan Perpres 6/2025 menjadi dinamika baru yang harus diadaptasi daerah.
"Saat ini, pupuk bersubsidi difokuskan pada sembilan komoditas strategis penyumbang inflasi seperti padi, jagung, kedelai, ubi kayu, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, dan kakao. Meski demikian, sinergi antar instansi terus diperkuat agar target produksi tetap tercapai," ucapnya.
Memasuki Tahun Anggaran 2026, Distankan Buleleng menyiapkan 20 paket bantuan untuk 18 desa.
Program tersebut mencakup bantuan bibit tanaman pangan, sekolah sehat bagi 10 SD di lokasi stunting, edukasi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) untuk kader Posyandu di sembilan kecamatan, hingga bantuan sarana perikanan seperti mesin tempel, genset, mesin jukung, serta dukungan bagi kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan.
Sementara pada 2027, dinas masih membuka ruang perbaikan administrasi bagi desa yang belum melengkapi proposal. Pada tahun tersebut, direncanakan tetap berjalan 13 program dengan 23 kegiatan dan 53 sub kegiatan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya