Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Semarak Desa Bengkel, Ruang Bangkitnya Potensi Lokal dan Kearifan Leluhur

Eka Prasetya • Minggu, 15 Juni 2025 | 18:51 WIB
MERIAH: Pembukaan Semarak Desa Bengkel di Gedung IPSA, Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu.
MERIAH: Pembukaan Semarak Desa Bengkel di Gedung IPSA, Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu.

BUSUNGBIU, RadarBuleleng.id – Pemerintah Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali, tak sekadar menjaga tradisi, tetapi juga mengangkatnya ke ruang pemberdayaan. 

Lewat kolaborasi bersama Desa Adat Bengkel dan Perkumpulan Perempuan Usaha Mikro Indonesia (PPUMI) Bali, mereka menggelar kegiatan bertajuk Semarak Desa pada Sabtu–Minggu, 14–15 Juni 2025, di Gedung IPSA Desa Bengkel.

Ajang tersebut menjadi momentum kebangkitan potensi lokal desa, dari sisi sejarah, seni budaya, hingga produk UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi warga.

Berbagai kegiatan meriahkan acara, mulai dari sarasehan rembug wisata dan peluncuran buku Sejarah Desa Bengkel, prosesi spiritual melukat massal, pameran kuliner tradisional bertajuk Nyakan di Sisi, hingga parade baleganjur dan gebogan. 

Semarak Desa juga mengusung nilai spiritual. Prosesi Doa Bersama Pemarisudha Jagatmelantaran digelar khidmat, dipimpin tujuh sulinggih dan para pemangku, dengan lantunan 108 puja bajra sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan leluhur.

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna mengatakan, kegiatan tersebut selaras dengan strategi integrasi sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata yang tengah digalakkan Pemkab Buleleng.

“Ini ruang nyata kolaborasi berbagai stakeholder di desa. Terlebih menggandeng organisasi yang fokus pada pemberdayaan perempuan pelaku UMKM,” tegas pria yang akrab disapa Supit itu.

Menurut Supit, dengan lebih dari 63 ribu pelaku UMKM di Buleleng, potensi ekonomi desa sangat besar. Apalagi jika ekosistem pariwisata berkolaborasi dengan UMKM berbasis budaya dan produk lokal.

“Produk pertanian yang diolah UMKM bisa diserap langsung melalui pariwisata. Inilah yang akan menggerakkan roda ekonomi desa,” jelasnya optimistis.

Ia berharap Semarak Desa Bengkel menjadi contoh yang bisa direplikasi di desa-desa lain di Buleleng. 

“Kuncinya ada pada semangat kolaborasi, pelibatan komunitas, tokoh adat, dan penguatan identitas lokal,” ujar Supit.

Sementara itu, Perbekel Bengkel Putu Artana menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi tonggak penguatan identitas desa. 

Salah satunya melalui penyusunan awig-awig (aturan adat) dan pralinem (aturan pelaksana), yang diselaraskan dengan nilai-nilai luhur lokal.

“Sebagai landasan, kami merujuk pada naskah Sabunkaw dalam menyusun awig-awig. Nanti akan kami serahkan bertahap melalui Ketatatuhan agar masyarakat bisa memahami kembali jati dirinya sebagai warga Desa Bengkel,” tutur Artana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#busungbiu #Gede Supriatna #umkm #pemkab buleleng #desa #pariwisata #tradisi #Desa adat #Supit #perempuan #baleganjur #buleleng #ekonomi #wakil bupati