RadarBuleleng.id - Jatah alias kuota gas LPG bersubsidi bagi masyarakat di Bali dipastikan berkurang pada tahun ini.
Masyarakat pun semakin kesulitan menemukan gas LPG, terutama di tingkat pengecer.
Walaupun tersedia, gas elpiji hanya lebih mudah ditemukan di tingkat pangkalan.
Masalahnya tidak setiap desa/kelurahan memiliki pangkalan gas LPG.
Pemerintah Provinsi Bali pun mengusulkan agar Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina Patra Niaga mengizinkan penambahan jumlah pangkalan dan sub pangkalan.
“Penambahan itu hanya diperuntukkan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA),” kata Asisten Pemerinahan dan Kesra Pemprov Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra.
Pejabat asal Kelurahan Kaliuntu, Buleleng itu menyatakan, Pemerintah Provinsi Bali telah melakukan upaya-upaya dalam penyediaan dan pendistribusian LPG 3 kg.
Harapannya penyaluran LPG memang benar-benar tepat sasaran.
Lebih lanjut Dewa Mahendra mengatakan, pemerintah sebenarnya telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) penjualan LPG. Yakni Rp 18 ribu per tabung.
“Namun di tingkat pengecer, harganya meningkat menjadi Rp 20 ribu. Bahkan ada yang menyentuh Rp 25 ribu,” ujarnya.
Selain itu masih banyak pengguna LPG 3 kg yang tidak sesuai dengan peruntukan atau tidak tepat sasaran.
Seharusnya LPG 3 kg hanya diperuntukan untuk kebutuhan memasak bagi rumah tangga sasaran, usaha mikro, nelayan sasaran, dan petani sasaran.
Saat ini Pemerintah Provinsi Bali juga telah menyampaikan usulan penambahan kuota LPG 3 kg kepada Dirjen Migas.
Sementara itu, Dirjen Minyak dan Gas Bumi pada Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji mengakui secara nasional kuota gas LPG 3 kg berkurang.
Tahun ini kuota LPG bersubsidi mencapai 8,03 metrik ton, sementara pada tahun 2023 mencapai 8,05 metrik ton.
Ariadji meminta agar penyaluran LPD 3 Kg harus tepat sasaran. Sehingga tidak terjadi kelangkaan.
Dia juga menyetujui usul Pemprov Bali menjadikan BUMDes dan BUPDA sebagai pangkalan atau sub pangkalan LPG 3 kg. Asalkan memenuhi syarat teknis yang ditetapkan PT Pertamina Patra Niaga.
Sekadar diketahui, kuota gas LPG 3 kg di Bali turun hingga 8,9 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu.
Khusus di Kabupaten Buleleng, kuota yang tersedia hanya sebanyak 30.088 metrik ton. Padahal tahun lalu kuota yang diberikan sebanyak 31.850 metrik ton. (*)
Editor : Eka Prasetya