RadarBuleleng.id - Bali ternyata tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya, Bali terpaksa mendatangkan komoditas dari Jawa Timur.
Hal itu terungkap saat Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhi Karyono melakukan kunjungan ke Bali, kemarin (26/6/2024).
Adhi mengatakan, dari sisi perdagangan, Bali merupakan mitra strategis bagi Pemprov Jawa Timur.
Banyak petani dan peternak di Jawa Timur yang terbantu oleh Bali. Sebab berbagai produk pangan dari Jawa Timur diserap untuk kebutuhan pariwisata di Bali.
Selain itu Bali juga sangat potensial. Karena ada 4 juta orang penduduk Bali, yang memerlukan pangan secara rutin.
"Banyak produk dari Jawa timur yang dibeli karena Bali karena daerah wisata," katanya.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan di Buleleng, Hutan Diubah Jadi Urban Farming
Adhi menyebut berbagai komoditas seperti beras, buah-buahan, daging ayam, daging sapi, daging bebek, hingga kopi dari Jawa Timur disuplai ke Bali. Termasuk juga janur untuk kebutuhan upakara.
"Sangat penting Bali karena tetangga yang paling dekat. Suplai pangan kami ke Bali memang cukup besar, tapi tidak sebesar NTT. Ada 16 provinsi di Indonesia yang kebutuhan pangannya kami suplai dari Jawa Timur,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Bali, I Wayan Jarta mengakui Bali masih ketergantungan terhadap produk pangan dari Jawa Timur.
"Dalam rangka memenuhi kebutuhan di Bali, memang kami sangat masih membutuhkan kerjasama dengan daerah lain terutama Jawa timur yang terdekat," tegasnya.
Baca Juga: Lapor Pak! 1.022 Ton Beras Bantu Kendalikan Harga Pangan Buleleng
Meski memiliki ketergantungan terhadap produk pangan dari Jawa Timur, Jarta menjelaskan, jika pihaknya tetap memprioritaskan produk pangan masyarakat lokal Bali sendiri. Sehingga tidak akan menumpuknya konsumsi pangan di dalam Bali.
"Produk Bali juga tentu akan menjadi prioritas. Sesuai pergub 99. Kami upayakan produk Bali menjadi tuan rumah. Tetapi realitanya, kita masih kekurangan," imbuhnya.
Jarta mengatakan salah satu pemicu utama yang terjadi di Bali adalah berkurangnya lahan pertanian di Bali.
Dampaknya lahan pertanian di Bali tidak cukup lagi untuk menunjang kebutuhan pangan masyarakat Bali. Apalagi untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata.
"Lahan kita tidak mencukupi, tidak seluas Jawa timur. Sedangkan masyarakat dan pariwisata kita memerlukan suplai. Komoditas pertanian dan perikanan yang paling banyak datang dari Jawa timur," tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya