Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Hotel Bintang Empat di Bali Bangkrut. Manajemen Abaikan Email dari Karyawan. Disnaker Buleleng Akan Ambil Langkah Tegas

Eka Prasetya • Rabu, 16 Oktober 2024 | 03:23 WIB

 

TUTUP: Hotel Spa Villlage Resort di Desa Tembok yang mendadak tutup. Dampaknya puluhan karyawan kini terlantar.
TUTUP: Hotel Spa Villlage Resort di Desa Tembok yang mendadak tutup. Dampaknya puluhan karyawan kini terlantar.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Salah satu hotel bintang empat di Bali Utara, mendadak bangkrut dan memutuskan menghentikan segala aktivitas operasional.

Manajemen hotel justru kabur dan menelantarkan karyawan. Mereka ogah membayar pesangon karyawan.

Upaya mediasi yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng pun belum membuahkan hasil.

Hotel yang bangkrut itu adalah Spa Village Resort. Hotel itu terletak di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula.

Baca Juga: Hotel di Buleleng Gulung Tikar, Nasib Karyawan Tidak Jelas

Aktivitas di hotel itu disebut ramai wisatawan. Mengingat hotel itu menjadi salah satu hotel bintang empat yang jadi rujukan wisatawan dari Eropa.

Manajemen hotel tiba-tiba menghentikan operasional pada Senin (30/9/2024). Selanjutnya manajemen menghentikan seluruh aktivitas pada Selasa (1/10/2024).

Sayangnya, tidak ada kejelasan terkait nasib karyawan. Manajemen justru disebut kabur keluar negeri, menelantarkan para karyawan.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng telah berupaya melakukan mediasi, namun belum membuahkan hasil.

Tak hanya itu, karyawan juga berusaha mengirimkan email kepada manajemen pusat di Malaysia. Sayangnya email justru diabaikan oleh manajemen.

Plt. Kepala Disnaker Buleleng, Made Juartawan mengatakan, hingga kini belum ada itikad baik dari pihak manajemen.

Karyawan telah berusaha menjalin komunikasi secara patut kepada manajemen di Malaysia. Komunikasi dilakukan melalui email, seperti biasanya. Namun kali ini, email diabaikan.

“Kami sudah menunggu beberapa hari. Tapi sampai hari ini, belum ada jawaban dari manajemen pusat di Malaysia,” kata Juartawan pada Selasa (15/10/2024).

Pihaknya akhirnya melakukan pertemuan dengan Serikat Pekerja. Serikat Pekerja mendesak agar pemerintah menuntaskan masalah tersebut sesuai dengan prosedur.

Lebih lanjut Juartawan mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Disnaker Bali untuk menuntaskan masalah tersebut.

“Kami akan koordinasi dengan provinsi. Karena ini melibatkan manajemen dan owner yang notabene WNA. Mereka tidak tinggal di Indonesia. Kami berupaya penuhi hak-hak karyawan,” demikian Juartawan. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Hotel Spa Village Resort di Desa Tembok mendadak menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya pada Selasa (1/10/2024).

Tidak ada kejelasan, apakah eks hotel Jepun Bali itu tutup sementara untuk renovasi atau tutup permanen.

Dampaknya kini puluhan karyawan nasibnya menggantung. Manajemen tidak memberikan penjelasan, apakah mereka di-PHK atau hanya diberhentikan sementara. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #hotel #karyawan #bangkrut #buleleng #tenaga kerja