Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

OJK Bali Dorong Inklusi Keuangan Disabilitas lewat Edukasi dan Kolaborasi UMKM

Marsellus Pampur • Jumat, 13 Juni 2025 | 17:28 WIB
DISABILITAS BISA: OJK Bali memberikan edukasi kepada para disabilitas di Bali.
DISABILITAS BISA: OJK Bali memberikan edukasi kepada para disabilitas di Bali.

RadarBuleleng.id – Komitmen untuk memperluas inklusi keuangan terus diperkuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali. 

Salah satu sasarannya adalah penyandang disabilitas, yang dinilai memiliki potensi besar untuk mandiri secara finansial jika mendapat akses dan edukasi keuangan yang memadai.

OJK pun menggelar edukasi kepada para disabilitas di Yayasan Bunga Bali, Denpasar. 

Dalam acara tersebut, OJK Bali menggandeng sejumlah mitra strategis, seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Gantari Jaya binaan Dinas Sosial Kota Denpasar, BPD Bali, serta pelaku UMKM disabilitas yang telah dibina oleh OJK.

Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program OJK Peduli 2025. 

Agenda itu menyasar masyarakat berkebutuhan khusus agar lebih melek keuangan dan mampu mengakses layanan jasa keuangan secara tepat guna.

“Kami ingin para penyandang disabilitas mampu mengelola keuangan pribadi dan usaha mereka dengan baik. Mereka juga kami dorong untuk terus mengembangkan keterampilan agar dapat berdaya secara ekonomi,” ujarnya.

Puji menjelaskan, program ini berjalan seiring dengan inisiatif SETARA (Akses Pelayanan Keuangan untuk Disabilitas Berdaya), yang bertujuan membuka jalan bagi Pelaku Usaha Sektor Keuangan (PUSK) agar lebih inklusif dalam memberikan layanan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Pengelola Yayasan Bunga Bali, Nyoman Dana mengapresiasi langkah OJK. 

Ia menyebut edukasi ini sangat bermanfaat untuk memberi pemahaman baru bagi para pelaku UMKM disabilitas, terutama dalam menjangkau akses layanan perbankan yang sebelumnya masih dianggap sulit.

“Selama ini masih banyak teman-teman disabilitas yang belum tahu cara memanfaatkan layanan keuangan formal. Dengan edukasi ini, mereka jadi lebih percaya diri,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Pengelola KUBE Gantari Jaya, I Nyoman Juniarta. Ia menyebut kegiatan ini sebagai sarana berbagi pengalaman menjalankan usaha Difel Café, yang telah dirintis sejak 2023. 

Usaha kedai kopi tersebut kini dikelola tujuh barista difabel yang aktif mengembangkan kemampuan mereka di bidang kuliner.

“Kegiatan seperti ini sangat memotivasi kami. Selain mendapat pengetahuan soal keuangan, kami juga bisa saling belajar dan memperluas jaringan usaha,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #finansial #disabilitas #otoritas jasa keuangan #umkm #yayasan #ojk #keuangan #BPD Bali