RadarBuleleng.id - Hingga pertengahan 2025, sebanyak 38 kapal pesiar mewah tercatat telah bersandar di Pelabuhan Benoa, Denpasar.
Jumlah tersebut membawa lebih dari 50.000 wisatawan mancanegara ke Bali, memperkuat posisi Benoa sebagai pintu masuk utama wisata bahari kelas dunia.
Di balik geliat pariwisata ini, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo juga menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan.
Sejak 2022 hingga 2025, Pelindo telah menanam lebih dari 31.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Pelabuhan Benoa, dengan nilai investasi mencapai Rp 226 juta.
Sub Regional Head Pelindo Bali Nusra, Fariz Hariyoso, menjelaskan bahwa penanaman mangrove ini merupakan bagian dari tanggung jawab ekologis perusahaan sekaligus mendukung konsep pelabuhan hijau.
"Kami ingin memastikan bahwa ekosistem pesisir tetap terjaga. Pemeliharaan dan pemantauan rutin terus dilakukan agar mangrove yang ditanam bisa tumbuh optimal dan memberi manfaat jangka panjang," jelasnya, Rabu (18/6).
Saat ini, program konservasi mangrove telah memasuki tahap perawatan intensif yang difokuskan pada periode 2023–2024, termasuk pemantauan pertumbuhan bibit dan evaluasi dampaknya terhadap lingkungan.
Tidak hanya soal lingkungan, Pelindo juga aktif membangun sinergi sosial dengan masyarakat sekitar.
Masuknya kapal pesiar secara rutin membuka peluang ekonomi baru, terutama bagi pelaku UMKM lokal di bidang kuliner, kerajinan tangan, hingga jasa wisata.
"Pelabuhan Benoa bukan sekadar terminal kapal, tapi menjadi wajah Bali yang ramah lingkungan. Kami ingin menyambut wisatawan dunia dengan konsep pelabuhan yang selaras dengan alam dan budaya Bali," tutup Fariz. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya