RadarBuleleng.id - Amblasnya ruas jalan di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di depan Pasar Bajera, Selemadeg, Tabanan, mulai berdampak pada aktivitas ekonomi.
Salah satu yang terdampak adalah layanan bus lintas Jawa-Bali. Perusahaan terpaksa menambal ongkos yang lebih dalam, karena biaya membengkak.
Saat ini bus dilarang melintas di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk hingga proses perbaikan jalan tuntas.
Solusinya, bus memilih jalur memutar. Sebagian besar memilih melintasi Jalan Raya Denpasar-Singaraja via Gitgit.
Perusahaan Otobus (PO) Gunung Harta tetap memberangkatkan bus mereka ke seluruh rute di Pulau Jawa. Meski mereka harus melakukan penyesuaian jadwal keberangkatan bus.
Manajemen meminta sopir mengalihkan perjalanan melalui Bedugul. Praktis hal tersebut membuat waktu tempuh lebih lama, bahkan menambah waktu perjalanan hingga 5 jam.
Menurut Widya, staf tiket PO Gunung Harta, pengalihan rute memang berdampak pada teknis operasional, termasuk konsumsi bahan bakar yang meningkat serta keterlambatan jadwal kedatangan dan keberangkatan bus.
“Karena lewat Bedugul, sopir lebih hati-hati. Medannya naik-turun dan berkelok. Selain itu, konsumsi solar juga bertambah,” jelasnya.
Kendati demikian, pihak PO Gunung Harta menegaskan tidak ada kenaikan tarif tiket meski biaya operasional membengkak.
“Harga tiket tetap. Dari Jakarta ke Jawa Timur, sampai sekarang tidak berubah,” tegas Widya.
Ia mengungkapkan, sejauh ini jumlah penumpang masih tergolong stabil. Memang ada beberapa yang membatalkan keberangkatan.
Namun hal itu lebih disebabkan kekhawatiran pasca kejadian tenggelamnya kapal penyeberangan di Selat Bali, bukan karena gangguan di jalur darat.
“Setiap hari, kami melayani tiga bus ke Jakarta dan lima ke Jogjakarta. Jumlah penumpang normal, belum ada penurunan signifikan,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi keterlambatan dan perubahan jalur, penjemputan penumpang kini dialihkan ke kantor PO Gunung Harta di Tabanan dan langsung ke Terminal Gilimanuk. Jadwal keberangkatan pun kadang molor dari waktu biasanya.
“Bus yang seharusnya sampai pagi, kadang baru datang siang. Karena rutenya memutar dan lebih jauh,” imbuhnya.
Hingga saat ini, perusahaan tetap memilih tidak menaikkan harga tiket sebagai bentuk komitmen terhadap pelanggan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya