RadarBuleleng.id – Ketekunan dan keuletan menjadi kunci sukses Komang Yati Mandari dalam merintis usaha produk herbal yang kini mendunia.
Berawal dari dapur kecilnya di Jalan Selukat, Desa Keramas, Kabupaten Gianyar, Bali, perempuan tangguh ini membangun brand Bali Ayu Nature. Kini brand tersebut menjadi salah satu usaha lokal berbasis bahan alami paling bersinar dari Bali.
Usaha ini dimulai pada tahun 1998 silam, saat Komang Yati menjalani hidup yang penuh keterbatasan.
Dengan modal kecil dan kondisi ekonomi yang serba pas-pasan, ia memproduksi sabun, minyak gosok, dan lilin aromaterapi berbahan dasar kelapa secara mandiri. Kala itu, produk berbasis kelapa belum begitu dilirik pasar.
Namun, Komang Yati melihat celah besar. Kelapa yang mudah ditemukan dan tak mengenal musim, menjadi potensi yang amat besar.
Ia tak hanya mengolah daging kelapa menjadi virgin coconut oil (VCO), tapi juga memanfaatkan batoknya menjadi kerajinan bernilai seni, seperti tempat lilin dan hiasan spa.
“Dulu banyak yang anggap kelapa itu bahan murah, tapi saya yakin bisa bernilai tinggi jika diolah dengan kreatif,” tuturnya.
Ternyata, insting bisnisnya tak keliru. Perlahan, produk Bali Ayu Nature mendapat tempat di hati konsumen, tak hanya di Indonesia, tapi juga di pasar internasional.
Kini, produknya sudah diekspor ke berbagai negara di Eropa dan Asia seperti Prancis, Singapura, Filipina, dan Malaysia.
Khusus pasar Eropa, Prancis menjadi penyumbang permintaan terbesar, terutama untuk produk lilin spa dan minyak esensial beraroma rempah.
Komang Yati tak sendiri membesarkan usahanya. Putrinya, Ni Wayan Putri Antari, 25, ikut ambil bagian dalam pengembangan pemasaran digital. Ia mengelola penjualan daring lewat berbagai platform e-commerce seperti Shopee.
“Lewat Shopee, rata-rata kami bisa mendapatkan 60 sampai 100 orderan per hari, dari seluruh Indonesia maupun luar negeri,” ujar Antari.
Produk seperti VCO, sabun batang herbal, kosmetik alami, dan minyak aromaterapi menjadi favorit para pelanggan luar negeri yang membeli secara online.
Keberhasilan Bali Ayu Nature juga membuka lapangan kerja. Saat ini, ada 30 ibu rumah tangga dan pensiunan yang diberdayakan sebagai tenaga produksi di workshop milik Komang Yati.
Kisah hidup Komang Yati jauh dari kata mudah. Ia kehilangan ayah sejak usia satu tahun, dan mulai bekerja di tempat tenun saat masih duduk di bangku kelas 4 SD.
Setelah lulus SMA, ia menjadi penjaga toko di kawasan Kuta. Berbagai tantangan ia hadapi hingga akhirnya berani memulai usaha sendiri di usia muda.
Kini, perjalanan panjangnya membuahkan hasil manis. Dari bisnis rumahan sederhana, Bali Ayu Nature menjelma menjadi usaha herbal lokal yang tidak hanya mengangkat potensi alam Bali, tetapi juga memberdayakan perempuan di sekitarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya