Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pasokan Gas Elpiji di Bali Semakin Langka. Warga di Dua Kabupaten Harus Cari Hingga ke Luar Desa

Juliadi Radar Bali • Jumat, 8 Agustus 2025 | 17:44 WIB

 

LANGKA: Tim  dari Dinas Perdagangan melakukan pemantauan pasokan gas LPG ke agen penyalur elpiji di Bali.
LANGKA: Tim dari Dinas Perdagangan melakukan pemantauan pasokan gas LPG ke agen penyalur elpiji di Bali.

RadarBuleleng.id – Warga di sejumlah Bali mulai resah akibat sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kilogram bersubsidi. 

Belum lama ini warga di Kabupaten Klungkung mengeluh sulit mendapatkan elpiji. Kini giliran warga di Kabupaten Tabanan merasakan hal serupa.

Kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar sepekan terakhir, membuat sebagian warga terpaksa mencari hingga ke luar desa demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, kelangkaan bahkan sudah terasa sejak beberapa minggu lalu. 

Perbekel Desa Kukuh, I Made Sugianto, mengakui banyak warganya yang harus menempuh jarak jauh untuk membeli gas. 

“Saya lihat sendiri warga di banjar paling utara mencari ke banjar selatan. Bahkan ada yang sampai keluar desa,” ujarnya.

Padahal, menurut Sugianto, kuota pengiriman dari agen ke pangkalan desa masih sama seperti sebelumnya. 

Desa Kukuh sendiri memiliki tiga pangkalan, namun ia belum bisa memastikan apakah sebagian stok dijual keluar desa. 

Saat ini, baru BUMDes Kukuh yang memiliki izin resmi sebagai pangkalan, sementara Koperasi Desa Merah Putih masih menunggu proses perizinan.

Sugianto menilai, jika BUMDes dan koperasi desa sama-sama menjadi pangkalan resmi, distribusi akan lebih terkontrol. 

Selain harga yang lebih murah (Rp18 ribu per tabung dibanding Rp20 ribuan di warung), pembelian bisa dibatasi maksimal dua tabung per kepala keluarga.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tabanan, Ni Made Murjani, memastikan pasokan LPG 3 kg di tingkat agen masih aman dan tidak ada pembatasan dari Pertamina. 

Ia menduga kelangkaan terjadi di jalur pangkalan ke pengecer, terutama di wilayah perbatasan kabupaten.

Desa Kukuh yang berdekatan dengan Kabupaten Badung disebut rawan distribusi keluar daerah. 

“Selain itu, kebutuhan juga mungkin meningkat karena banyak upacara adat dan keagamaan, ditambah pelaku UMKM yang memerlukan gas lebih banyak,” jelas Murjani.

Sementara itu, di Kabupaten Klungkung, pemerintah daerah menggelar operasi pasar untuk meredam kelangkaan. Kegiatan ini digelar di beberapa kecamatan daratan, termasuk Desa Dawan, Kecamatan Dawan.

Bupati Klungkung, I Made Satria, mengatakan operasi pasar dilakukan untuk meringankan beban warga. 

“Di Nusa Penida distribusi masih aman sehingga belum perlu operasi pasar,” jelasnya.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Klungkung, I Nyoman Ardiyasa, menambahkan pihaknya menyediakan 150 tabung LPG 3 kg di Dawan dengan harga Rp 18 ribu. 

Penjualan hanya untuk pengguna langsung, bukan pedagang, dengan syarat pembelian satu tabung per orang dan menunjukkan KTP.

Ia mengakui kelangkaan di Klungkung disebabkan kendala teknis dan administrasi yang membuat pengiriman terlambat. 

“Kami akan koordinasi dengan agen agar distribusi kembali normal,” ujarnya.

Sementara itu, warga Dawan, Wayan Murdita, 52, mengaku sudah dua minggu kesulitan mendapatkan gas. “Sekarang saya harus ke kota, harganya Rp 22 ribu,” keluhnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #lpg #tabung #desa #gas #pengecer #bumdes #pangkalan #elpiji