Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Permintaan Pangan di Ubud Melonjak Tajam, Bank Indonesia Dorong Gianyar Bentuk Perumda Pangan

Marsellus Pampur • Rabu, 13 Agustus 2025 | 17:00 WIB

 

Ilustrasi persawahan di Gianyar
Ilustrasi persawahan di Gianyar

RadarBuleleng.id – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Butet Linda H. Panjaitan, mendorong agar Pemkab Gianyar membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang pangan.

Alasannya, harga pangan di sejumlah kawasan di Gianyar terkerek tinggi. Praktis hal itu berdampak pada inflasi yang mempengaruhi daya beli masyarakat.

Salah satu kawasan yang terdampak dengan harga pangan tinggi adalah Ubud. Kawasan ini merupakan destinasi wisata internasional dengan permintaan pangan yang tinggi. 

Kondisi ini memerlukan langkah strategis, terutama di tengah menyusutnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan.

“Diperlukan optimalisasi produktivitas melalui pemanfaatan lahan tidur, penggunaan bibit unggul, mekanisasi pertanian, serta pembentukan Perumda Pangan sebagai off taker hasil panen yang juga mendistribusikan pangan strategis,” ujarnya.

Meski bukan daerah sampel inflasi, Gianyar dipengaruhi pergerakan harga di Denpasar, Badung, dan Tabanan. 

Data BPS mencatat inflasi Bali sepanjang tahun 2025 mencapai 2,03 persen. Angka itu dikhawatirkan akan naik tinggi.

Apalagi ada beberapa faktor yang berpotensi mendorong inflasi. Seperti fenomena kemarau basah yang memicu serangan hama, lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara saat musim liburan, serta gangguan distribusi akibat perbaikan jalan nasional Banyuwangi sebagai jalur logistik ke Bali.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan, Bank Indonesia mendorong agar Pemkab Gianyar membentuk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) atau BUMD yang bergerak di bidang Pangan

Bank Indonesia juga mendorong pemerintah melakukan intensifikasi pasar murah dan operasi pasar, penguatan peran offtaker, pembentukan ekosistem pangan closed-loop, mekanisasi dan digitalisasi pertanian, pemanfaatan lahan tidur, pencegahan alih fungsi lahan, penggunaan bibit unggul, dan regenerasi petani. (*)

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#wisata #Alih Fungsi #bali #pasar murah #perumda #kemarau basah #destinasi #bumd #bank indonesia #inflasi #daya beli #bibit #pangan #pertanian #gianyar #ubud #harga