Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Semua Desa di Bali Sudah Punya Kopdes Merah Putih. Operasional Terkendala SDM dan Modal

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 17 Desember 2025 | 16:22 WIB

 

Ilustrasi Koperasi Merah Putih
Ilustrasi Koperasi Merah Putih

RadarBuleleng.id - Kebijakan pemerintah pusat yang mewajibkan seluruh desa membentuk Koperasi Desa Merah Putih, membuat desa di Bali tak berkutik.

Kini seluruh desa di Bali disebut telah membentuk koperasi. Namun hingga kini seluruh koperasi masih berada pada tahap awal operasional.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, mengungkapkan dari total 6.275 koperasi yang tercatat di Bali, sekitar 1.700 koperasi atau hampir 30 persen masuk kategori tidak aktif. 

Persoalan yang dihadapi pun beragam, mulai dari keterbatasan permodalan hingga konflik internal pengurus.

Di sisi lain, Kubontubuh menyebut pembentukan Kopdes Merah Putih telah rampung di seluruh wilayah Bali. 

Namun, hampir seluruhnya merupakan koperasi baru yang masih membutuhkan proses pendewasaan organisasi.

“Dari total 716 Kopdes Merah Putih, sekitar 99 persen merupakan koperasi baru. Hanya 13 koperasi yang berasal dari koperasi eksisting yang sebelumnya sudah berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, membangun koperasi desa tidak bisa instan. Keterbatasan sumber daya manusia, pengalaman berkoperasi, serta permodalan menjadi tantangan utama yang harus dihadapi pengurus Kopdes Merah Putih.

“Mereka tentu memerlukan waktu, terutama dari sisi SDM. Belum tentu semuanya memahami prinsip dan tata kelola koperasi,” jelas Kubontubuh.

Berdasarkan data Sistem Informasi Koperasi Desa (SIM Cops Desk), sekitar 400 koperasi desa tercatat aktif karena telah mengoperasikan minimal satu unit usaha. 

Namun, setelah dilakukan verifikasi lapangan, jumlah koperasi yang benar-benar aktif masih jauh lebih kecil.

“Di sistem tercatat sekitar 400-an aktif. Tapi setelah kami telusuri langsung ke lapangan, yang benar-benar aktif baru sekitar 120 koperasi,” ungkapnya.

Meski demikian, Kubontubuh menilai kondisi tersebut masih tergolong wajar. Ia menyebut Kopdes Merah Putih masih menunggu kepastian dukungan permodalan dari pemerintah pusat agar bisa bergerak lebih optimal.

“Ini masih tahap awal. Dari sisi SDM, pengalaman, sampai permodalan, semuanya masih berproses. Jadi kami menilai ini wajar,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #Koperasi Desa #koperasi #pemerintah pusat #desa #ukm #merah putih #Kopdes Merah Putih